Senin, 05 Maret 2012

Arkeolog temukan kapak purba di Kudus



(ANTARA News) - Tim arkeolog dari Balai Arkeologi Yogyakarta menemukan tiga buah kapak genggam atau "chopper" purba dalam penggalian di dekat Balai Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

"Tiga buah `chopper` (alat penetak/pemotong) tersebut, meliputi jenis pemukul dua buah dan jenis pemotong satu buah. Ketiganya ditemukan pada Sabtu (11/2) bersamaan dengan temuan tulang belikat banteng purba," kata Kepala Balai Arkeologi Yogyakarta Siswanto, di Kudus, Jawa Tengah, Senin.

Ia mengatakan, "chopper" maupun tulang belikat banteng purba tersebut diperkirakan berusia sekitar 750.000 tahun yang lalu.

Adapun bahan yang digunakan untuk membuat alat pemotong, katanya, diidentifikasi berasal dari batu kapur percikan, sedangkan jenis batu pemukul terbuat dari batu andesit.

Sebetulnya, kata dia, "chopper" bisa terbuat dari aneka macam batu, seperti batu andesit maupun batu kapur.

Temuan tersebut, katanya, berasal dari satu kotak ekskavasi yang berada di dekat Kantor Balai Desa Terban, sekaligus menambah koleksi temuan dari Situs Patiayam yang ada di desa ini.

Proses penggalian di dekat Balai Desa Terban baru pertama dilakukan, setelah sekian lama tim arkeolog dari Yogyakarta tersebut melakukan penelitian di Desa Terban, khususnya di kawasan situs Patiayam.

Berdasarkan hasil identifikasi persebaran fosil yang ada di kawasan Situs Patiayam di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, tim arkeolog dari Yogyakarta mengidentifikasi kawasan situs yang perlu dilestarikan dari kerusakan mencapai 20 kilometer.

Diselamatkan

Dengan adanya pemetaan persebarah fosil di Situs Patiayam, kata dia, diharapkan bisa dijadikan dasar secara akademis untuk diselamatkan dari berbagai kemungkinan yang bisa merusak, seperti dijadikan kawasan galian C.

Kegiatan yang akan dilakukan selama tujuh hari sejak Selasa (7/2), yakni melakukan penelitian untuk mencari jejak budaya guna mengungkap persebarah fosil, serta kegiatan penggalian untuk penentuan dan identifikasi lapisan formasi batuan yang ada di dekat Balai Desa Terban.

Hasil kegiatan tersebut, akan dimasukkan ke dalam peta dasar yang sudah tersedia sebelumnya, guna mengetahui persebaran fosil yang pernah ditemukan sebelumnya.

Adapun jumlah personel yang akan diterjunkan, sebanyak delapan orang yang berasal dari Balar Yogyakarta serta ditambah tenaga dari masyarakat setempat.

Koleksi fosil yang sebelumnya ditemukan di kawasan Situs Patiayam, yakni Stegodon Trigonochepalus (gajah purba), Elephas Sp (juga sejenis gajah purba), Ceruss Zwaani dan Cervus Lydekkeri Martin (sejenis rusa), dan Rhinoceros Sondaicus (badak).

Juga ditemukan Brachygnatus Dubois (babi), Felis Sp (macan), Bos Bubalus Palaeokarabau (sejenis kerbau), dan Bos Banteng alaeosondaicus, serta Crocodilus sp (buaya).

Sedangkan hasil temuan dari tim ahli yang melakukan penelitian serta penggalian di lokasi situs Patiayam, yakni kaki gajah, pecahan tulang iga dari kerbau purba, gigi dan tulang rusa, tulang iga dan tulang kaki kerbau, masing-masing ditemukan pada bulan November 2007.

Bahkan, sejumlah warga sekitar juga menemukan fosil serupa di pegunungan Patiayam, terutama petani yang menggarap pertanian di pegunungan tersebut.

Pada Maret 2010 lalu, masyarakat juga menyerahkan 38 fosil hasil temuan di kawasan Situs Patiayam kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus.

Fosil tersebut meliputi fosil gajah, kerbau, banteng, rusa, dan badak sebagai fosil terbaru.

0 komentar