Featured 1

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 2

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 3

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 4

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 5

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Sabtu, 20 September 2014

Perangkat USB tidak terdeteksi? Atasi dengan cara ampuh ini



Saat mencoba menggunakan alat-alat dengan koneksi USB, seperti flash disk atau modem seringkali perangkat-perangkat tersebut tidak dapat terdeteksi. Sehingga tak jarang mengganggu produktivitas kerja kita. Jika menemukan kasus-kasus seperti itu, ada beberapa langkah yang bisa dicoba untuk membuat perangkat USB berfungsi seperti sedia kala.

Saat Anda gagal mengkoneksikan perangkat USB dengan laptop atau komputer, bisa dipastikan bila ada bagian yang rusak. Tetapi, kemungkinannya pun banyak, kerusakan bisa saja terjadi di software, hardware, atau bahkan komputer sendiri. Namun, langkah pertama yang bisa dilakukan di saat seperti itu adalah mencabutnya dari port USB dan memasukkannya kembali.

Meski kelihatannya sepele, hal ini terbukti sering membuat perangkat dapat bekerja kembali. Apabila cara tersebut tidak berhasil, cabut USB lalu hidupkan ulang komputer Anda, kemudian coba tancapkan sekali lagi USB tersebut. Anda juga bisa mencoba port USB lain di komputer tersebut atau di komputer lain. Sebab, bisa saja port USB yang sedang Anda gunakan memang rusak.

Apabila perangkat USB lain juga tidak bekerja pada komputer Anda, mungkin sudah saatnya untuk menginstal ulang driver dari port USB Anda. Caranya pun cukup mudah, Anda tinggal masuk kolom 'Search' di tombol 'Start' dan mengetik 'restore point' lalu pilih 'Create a restore point'.

Setelah membuat sebuah restore point (jangan melanjutkan jika restore point belum terbentuk) jangan lupa untuk menutup semua aplikasi yang Anda jalankan. Selanjutnya, buka 'Device Manager' dan lihat deretan ikon USB di bagian 'Universal Serial Bus controller'. Uninstal semua daftar di bawahnya lalu restart kembali komputer Anda, bila semua berjalan lancar maka Windows secara otomatis menginstal ulang port USB.


Berbeda halnya dengan kesalahan instal fitur software OS Windows. Dalam beberapa kasus misalnya, pengguna salah menginstal versi driver untuk OS Windows 64-bit dengan 32-bit, sehingga port-port USB tidak bisa bekerja. Untuk menyelesaikan masalah ini, Anda harus mencari driver Windows yang cocok.

Saat kegagalan koneksi terjadi di semua komputer, besar kemungkinan bila perangkat USB Anda yang bermasalah. Jika masalah tersebut berkaitan dengan software, seperti yang terdapat di modem, Anda dapat menginstal ulang driver atau software bawaan perangkat USB tersebut. Jika Anda tidak mempunyai salinan dari software itu, situs-situs resmi perangkat tersebut biasanya memiliki driver untuk OS Windows yang sesuai. Jika cara terakhir tersebut tidak juga membuat Anda terkoneksi dengan perangkat tersebut, besar kemungkinan perangkat USB Anda telah rusak dan harus diganti


Jumat, 19 September 2014

Mitos ular terbelah, asal mula terbentuknya Watu Ulo Jember


Watu Ulo adalah nama salah satu pantai yang ada di wilayah kabupaten Jember. Selama ini Watu Ulo telah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik dari daerah Jember maupun di luar Jember. Selain karena keindahan pantai serta pulau-pulau kecil yang ada di sekitarnya, ada satu ciri khas lagi yang membuat pantai Watu Ulo menjadi sangat istimewa. Hal itu tak lain adalah susunan batu panjang yang menjorok ke pantai dan menyerupai bentuk ular.

Tak diragukan lagi, susunan batu yang memanjang dan menyerupai ular itulah yang membuat pantai ini kemudian dikenal khas dengan sebutan Watu Ulo. Jika Anda pernah berkunjung ke sana, Anda akan melihat sendiri bahwa batu tersebut tak dijuluki 'watu ulo' atau 'batu ular' tanpa sebab. Selain bentuknya yang memanjang menyerupai ular, struktur batu tersebut juga mirip dengan sisik ular.

Keunikan struktur batu tersebut memunculkan banyak legenda serta cerita mengenai asal-usulnya. Salah satunya adalah yang dituturkan langsung oleh Anshori, penjaga Pantai Watu Ulo pada merdeka.com
Konon, dipercaya bahwa wilayah pantai selatan tersebut dihuni oleh Nogo Rojo yang berwujud ular raksasa. Nogo Rojo yang menguasai wilayah pantai ini memakan semua hewan yang ada di dalamnya, hingga masyarakat tidak bisa mendapatkan makanan dari tepat tersebut.

Lantas, tersebutlah dua orang pemuda bernama Raden Said dan Raden Mursodo yang bersaudara. Kedua pemuda tersebut adalah anak angkat dari Nini dan Aki Sambi, pasangan yang sudah berusia cukup tua. Raden Said dalam cerita ini dipercaya sama dengan Raden Said yang nantinya dikenal dengan sebutan Sunan Kalijaga.

Singkat cerita, legenda mengatakan bahwa kedua pemuda tersebut memancing di tempat Nogo Rojo tinggal. Karena semua hewan di sana telah dimakan oleh Sang Ular Raksasa, maka kedua pemuda tersebut tak berhasil mendapatkan ikan satu pun. Hingga akhirnya, kail Raden Mursodo berhasil mengait satu ikan yang disebut ikan mina.

Ikan mina itu ternyata bisa berbicara. Dia meminta agar dilepaskan dan tidak dibunuh untuk dijadikan makanan. Sebagai gantinya, ikan mina tersebut akan memberikan sisik yang bisa berubah menjadi emas untuk Raden Mursodo. Raden Mursodo menyetujuinya dan melepas ikan mina itu kembali ke laut.

Namun tak berapa lama kemudian, ternyata muncullah Nogo Rojo dan langsung memakan ikan mina yang sudah dilepaskan oleh Raden Mursodo. Geram, Raden Mursodo segera melawan Sang Ular Raksasa dan membelah tubuhnya menjadi tiga bagian. Inilah yang menjadi asal-muasal terbentuknya Watu Ulo di pantai Jember.

Saking besarnya, tiga bagian ular raksasa itu terpencar. Bagian badannya berada di Pantai Watu Ulo Jember, bagian kepalanya berada di Grajakan Banyuwangi, dan bagian ekornya berada di Pacitan. Potongan tubuh Nogo Rojo itulah yang kemudian hingga saat ini dipercaya menetap di pantai Watu Ulo dan menjelma menjadi batu-batuan yang menjorok ke laut.

Meski mitos ini belum bisa dibuktikan secara ilmiah, namun ada fakta-fakta unik yang membuat masyarakat percaya dengan mitos tersebut. Salah satunya adalah bahwa panjang batu yang seperti ular tersebut diketahui sangat panjang dan besar.

Panjang Watu Ulo dari pesisir yang menjorok ke laut yang berada di atas pasir dan di bawah air adalah sekitar 500 meter. Namun besar watu ulo yang berada di bawah pasir masih belum diketahui hingga kini. Bahkan diyakini bahwa panjang watu ulo dari pesisir ke daratan bisa menembus sampai ke hutan di sekitar kawasan Watu Ulo dan Teluk Papuma.

Versi lain dari mitos Watu Ulo adalah bahwa batu panjang tersebut merupakan perwujudan naga yang sedang tertidur dan bersemedi. Naga tersebut diutus oleh Ajisaka untuk bersemedi, dan nantinya dipercaya bahwa naga itu akan terbangun dan menjadi manusia. Versi ini ada dalam buku Mitos dalam Tradisi Lisan Indonesia, karya Dr Sukatman M.Pd.

Apapun versinya, mitos dan legenda yang beredar tentang fenomena unik alam seperti Watu Ulo tentunya sangat menarik untuk digali. Legenda semacam ini juga menjadi kekayaan tersendiri bagi kebudayaan dan folklore masyarakat Indonesia. Jika ingin membuktikan semirip apa batu memanjang tersebut dengan tubuh ular, datanglah ke Pantai Watu Ulo di Jember, Jawa Timur!

Kamis, 18 September 2014

Cari inspirasi di Indonesia, pria ini kini hartanya Rp 15,2 T

 
Asyik sekali pengalaman hidup Nicholas Woodman atau Nick Woodman ini. Bermula dari hobi berselancar, dia menciptakan produk yang mengubah nasibnya jadi miliuner. Ya, Nick yang kini berusia 38 tahun berhasil menciptakan produk yang sebelumnya tak ada untuk memenuhi hasrat para peselancar demi merekam aksinya di laut lepas.

Produk kamera dan video perekam GoPro yang diciptakan Nick lantas menuai sukses di pasar. Kamera GoPro laku sebanyak 2,3 juta unit pada 2012. Desember 2012, sebanyak 8,88 persen saham perusahaannya dibeli raksasa manufaktur Taiwan, Foxxcon dengan nilai USD 200 juta. Nilai perusahaannya terangkat kini diperkirakan mencapai USD 2,5 miliar.

Nick adalah pemegang saham mayoritas di perusahaannya dan pada 2014, kekayaannya ditaksir mencapai USD 1,3 miliar atau sekitar Rp 15,2 triliun. Dari perjalanan berselancar di Indonesia, Nick mendulang kekayaan megabesar. Berikut kisah perjalanan Nick Woodman yang sangat inspiratif dirangkum merdeka.com: SELENGKAPNYA >>>

Kamis, 11 September 2014

Tingginya Hanya 13 Meter, Inilah Gunung Berapi Paling Kecil di Dunia

Gunung Berapi Cuexcomate. (microsite.kidnesia.com)

Adalah gunung berapi Cuexcomate, terletak di pinggiran kota Puebla, Mexico. Gunung ini dikenal sebagai gunung berapi terkecil di dunia.

Dengan berat sekitar 40 metrik ton, tinggi 13 meter (43 kaki), dan diameter 23 meter (75 kaki). Nama Cuexcomate berasal dari Nahuatl Cuexcomac yang berarti mangkuk atau tempat untuk menjaga sesuatu.

Gunung berapi Cuexcomate ini terbentuk pada tahun 1664, sebagai kerucut cabang selama letusan gunung berapi yang jauh lebih besar, yaitu gunung berapi Popocatépetl.

Gunung Berapi Popocatépetl.(en.wikipedia.org)

Cuexcomate secara resmi diklasifikasikan sebagai gunung berapi yang "tidak aktif", dianggap sangat tidak mungkin untuk meledak dalam aktivitas baru. Namun, warga setempat cukup prihatin, karena gunung Popocatépetl telah semakin aktif selama beberapa tahun terakhir, yang menyebabkan beberapa evakuasi sementara desa-desa sekitar dasarnya. 

Jika Popocatépetl meletus hebat lagi, mereka percaya bahwa mungkin saluran bawah tanah dapat mengakibatkan gunung Cuexcomate akan aktif kembali. 

sumber:
  mexconnect

Rabu, 10 September 2014

Ladang Pertanian Luas Nan Hijau di Tengah Gurun Padang Pasir


Seolah seperti fatamorgana, namun ini asli nyata, siapa sangka di hamparan tanah gurun berpasir yang panas menyengat terdapat ladang pertanian luas yang tumbuh subur nan hijau dengan hasil yang melimpah.

Ya, itu benar adanya, seperti dilansir Amusingplanet.com yaitu pertanian di Wadi Rum (lembah Rum), Yordania selatan. Wadi Rum merupakan gurun pasir yang luasnya kurang lebih 720 kilometer persegi. Daerah ini sangat kering dan mempunyai curah hujan yang sangat sedikit. Kondisi iklim tersebut membuat tanaman-tanaman vegetasi tidak mampu hidup di sana.

Meskipun demikian, anda bakal terkejut bila melihat ladang pertanian subur terdapat di sana. Di gurun Wadi Rum terdapat proyek pertanian organik yang unik dan telah lama menuai hasil sukses. Proyek tersebut melibatkan orang-orang Badui di sana.

Proyek ladang Pertanian Rum didirikan pada tahun 1986, di tengah-tengah tanah gurun pasir Wadi Rum dengan lahan pertanian seluas 2.000 hektar. Terlihat aneh bukan, bila bercocok tanam di tengah gurun padang pasir yang kering dengan curah hujan minim. Lantas dari manakah mereka mendapatkan air untuk mendukung proyek pertanian itu?

Bercocok tanam di gurun padang pasir memang terlihat aneh, namun hal ini membuatnya menjadi masuk akal. Area gurun padang pasir Wadi Rum sangatlah luas, kering, dan panas, tapi perlu diketahui bahwa di bawah gurun yang luas tersebut terdapat aquifer besar. Aquifer adalah lapisan bawah tanah yang mengandung air dan dapat mengalirkan air. Melalui aquifer inilah air tanah dapat diambil. Bahkan, sebagian besar pasokan air daerah tersebut tergantung pada sumber air ini.
Aquifer. (sumber: tukangbata.blogspot.com)

Pertanian Rum mengkhususkan pada produk nabati, seperti biji-bijian, sayuran, dan makanan ternak, yaitu terong, kubis, buah ara dan delima, kentang, labu, tomat, lainnya. Menggunakan teknik irigasi khusus dan metode pertanian seperti yang digunakan di zaman kuno oleh orang-orang Mesir kuno dan Nabateans.

Air diambil dari akuifer bawah tanah, dari kedalaman 30-400 meter. Kemudian metode irigasi melingkar, dengan menggunakan kran penyiraman memutar. Untuk membantu menghemat air dan mengatasi ekstrimnya suhu padang pasir yang ekstrim dipasang plastik melapisi terowongan disekitar lahan pertanian.

Proyek pertanian ini menuai hasil sangat sukses. Saat ini memproduksi sebagian besar pasokan makanan di Yordania.




sumber: 

Selasa, 09 September 2014

Model-Model Drone Buatan Indonesia




Pesawat Nir-Awak atau Pesawat TerbangTanpa Awak atau disingkat PTTA, atau dalam bahas Inggris disebut UAV (Unmanned Aerial Vehicle) atau sering disebut juga sebagai Drone, adalah sebuah mesin terbang yang berfungsi dengan kendali jarak jauh oleh pilot atau mampu mengendalikan dirinya sendiri. Penggunaan terbesar dari pesawat tanpa awak ini adalah dibidang militer.

Secara teknis, Drone berbeda dengan Rudal walaupun mempunyai kesamaan, tapi tetap dianggap berbeda dengan pesawat tanpa awak, karena Rudal tidak bisa digunakan kembali dan rudal adalah senjata itu sendiri. Sedangkan Drone menggunakan hukum aerodinamika untuk mengangkat dirinya, bisa digunakan kembali dan mampu membawa muatan baik senjata maupun muatan lainnya.

Drone bukan hal asing bagi ilmuwan Indonesia. Lembaga riset di Indonesia seperti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) serta beberapa Universitas riset sudah membuat prototipenya, sudah laik terbang dan sudah pula digunakan.

Selain itu, di Bandung juga ada berderet industri swasta yang bergerak di bidang pengembangan UAV seperti Globalindo Technology Services Indonesia, Uavindo, Aviator, dan Robo Aero Indonesia. Juga ada perusahaan berbasis aeromodelling sebagai pemasok suku cadang UAV seperti Telenetina dan Bandung Modeler.

Ada beberapa Drone buatan putra bangsa yang selama ini tak banyak orang tahu. Seperti apakah drone buatan anak negeri? Apa saja kemampuannya?

Insinyur rekayasa di BPPT Ir. Adrian Zulkifli pernah mengatakan sejak Oktober 2012 lalu, bahwa biaya pembuatan satu pesawat prototipe ini kira-kira Rp 2 miliar. Mesin drone buatan BPPT masih diimpor dari Jerman dan kameranya didatangkan dari Taiwan.

Lima pesawat prototipe dari BPPT ini diuji cobakan di Bandara Halim Perdanakusuma pada Oktober 2012. Pesawat-pesawat drone BPPT ini dinamai PUNA alias Pesawat Udara Nir-Awak.

Pesawat-pesawat ini berfungsi antara lain sebagai pesawat pengintai, pemotretan udara pada area yang sangat luas, pengukuran karakteristik atmosfer, dan pemantauan kebocoran listrik pada kabel listrik tegangan tinggi. Pesawat-pesawat ini juga cocok digunakan untuk daerah perbatasan.

Selain itu, baru-baru ini, TNI AD bekerja sama dengan Universitas Surya yang dikomandani ilmuwan Johanes Surya juga memamerkan prototipe pesawat Drone untuk kebutuhan militer. LAPAN juga memiliki jumlah koleksi model pesawat tanpa awak ini sebanyak tiga unit. Jadi seliruhnya ada 8 buah jenis Drone yang telah dibuat Indonesia. Bahkan Lapan sanggup membuat drone yang per unit hanya Rp 40 juta.

Mari kita lihat model Pesawat Tanpa Awak UAV atau Drone buatan anak bangsa ini:


1. BPPT PUNA Sriti



Pesawat Tanpa Awak atau PUNA (Pesawat Udara Nir-Awak) bernama Sriti ini berwarna putih.
Spesifikasi Pesawat Tanpa Awak PUNA Sriti:

wingspan: 2.988 mm
MTOW (Maximum Take Off Weight): 8,5 kilogram
cruise speed: 30 knot
endurance: 1 jam
range: 5 nautical mile
altitude: 3.000 feet
catapult: 4.500 mm
catapult: bungee chords

Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA), PUNA Sriti besutan BPPT ini adalah wahana udara nir-awak jarak dekat dengan konfigurasi desain flying wing menggunakan catapult (pelontar) sebagai sarana lepas landas atau take off, dan jaring sebagai sarana mendarat atau landing.

Sriti untuk surveillance. Karena bisa take off dengan peluncuran dan landing di jaring maka bisa dipakai untuk melengkapi Angkatan Laut pada peralatan di KRI.

PTTA PUNA Sriti ini bisa melihat ke depan sejauh 60-75 km. Jadi bisa dikatakan sebagai mata KRI. Selain itu, PTTA PUNA Sriti dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengamanan lokal area seperti bandara. PTTA PUNA Sriti Bisa juga dipakai untuk tindakan SAR di gunung-gunung, karena lebih efektif.


2. PUNA Alap-alap



PUNA Alap-alap ini bermotif loreng tentara dengan warna hijau tua dan hijau muda.

Spesifikasi Pesawat Tanpa Awak PUNA Alap-alap:

wingspan: 3.510 mm
MTOW (Maximum Take Off Weight): 18 kilogram
cruise speed: 55 knot (101,86 km/jam)
endurance: 5 jam
range: 140 kilometer
altitude: 7.000 feet
payload: gymbal camera video.

PUNA Alap-alap adalah wahana udara nir-awak jarak menengah dengan konfigurasi desain inverted V-tail dan double boom menggunakan landasan sebagai sarana take off. Alap-alap didesain long race. Hanya untuk kebutuhan surveillance saja.


3. PUNA Gagak



PUNA Gagak ini bermotif loreng dengan warna oranye dan putih.
Spesifikasi Pesawat Tanpa Awak Puna Gagak:

wingspan: 6.916 mm
MTOW (maximum take off weight): 120 kilogram
cruise speed: 52 – 69 knot (96,3 – 127,8 km/jam)
endurance: 4 jam
range: 73 km
altitude: 8.000 feet
payload: gymbal camera video.

PUNA Gagak adalah wahana udara nir-awak jarak jauh dengan konfigurasi desain V-tail, low wing dan low boom, menggunakan landasan sebagai sarana take off dan landing.

Puna Gagak sama dengan PUNA Pelatuk (lihat dibawah) tetapi berbeda misi. PUNA Gagak dapat terbang untuk misi rendah-naik-rendah lagi dan bisa digunakan untuk Angkatan Laut.


4. PUNA Pelatuk



Pesawat Tanpa Awak PUNA Pelatuk ini bermotif loreng dengan warna putih, abu-abu dan krem.
Spesifikasi Pesawat Tanpa Awak PUNA Pelatuk:

wingspan 6.916 mm
MTOW (Maximum Take Off Weight) 120 kilogram
cruise speed 52 – 69 knot (96,3 – 127,8 km/jam)
endurance 4 jam
range 73 km
altitude 8.000 feet
payload=gymbal camera video.

PUNA Pelatuk adalah wahana udara nir-awak jarak jauh dengan konfigurasi desain V-tail inverted high wing dan high boom, menggunakan landasan sebagai take off dan landing. Kemampuan terbang PUNA Pelatuk dapat bermanuver low-high-low, menukik ke bawah, kemudian naik lagi.

5. PUNA Wulung



PUNA Wulung ini bermotif loreng hijau tosca dan abu-abu.

Spesifikasi Pesawat Tanpa Awak PUNA Wulung:

wingspan: 6.360 mm
MTOW (maximum take off weight): 120 kg
cruise speed: 60 knot (111.12 km/jam)
endurance: 4 jam
range: 120 KM
length: 4.320 mm
heigh:t 1.320 mm

PUNA Wulung ini bisa dibilang kelas menengah atau medium. Dapat terbang dengan durasi mencapai waktu 4 jam dengan muatan yang cukup lumayan, hingga bisa dipakai untuk membuat hujan buatan maupun penyebaran benih,” tutur Dahsyat. PUNA Wulung ini, misi terbangnya high-high-high. Maka ke depannya akan dapat dieksplorasi lagi untuk kebutuhan dan kepentingan lain.

6. GTSI PUNA Kujang




PUNA Kujang dibuat oleh PT Globalindo Technology Services Indonesia (GTSI) yang didirikan oleh Endri Rachman, mantan karyawan PT DI yang hijrah ke Malaysia dan menjadi dosen di Universiti Sains Malaysia. Beliau dan bersama sesama mantan karyawan PT DI mendirikan perusahaan PT GTSI.

UAV perdananya adalah Kujang, mampu membawa muatan kamera survaillance 20 kg, lama terbang 2-3 jam dengan kecepatan maksimal sampai 150 km/jam. Ironisnya, peminat pertama UAV Kujang ini adalah Malaysia, bukan pemerintah Indonesia.


7. Uavindo UAV Survaillance SS-5 (SkySpy-5)




UAV SS-5 (SkySpy-5) adalah produk pertama yang dibuat oleh PT Uavindo pada tahun 2003 yang kemudian menjadi UAV lokal pertama yang dioperasikan oleh militer, lengkap dengan Ground Control Station yang ditempatkan pada sebuah truk Perkasa keluaran Texmaco. Sedangkan perusahaan ini sudah mengembangkan UAV sejak 1994 di mana dimulai dengan berkumpulnya para insinyur lulusan Teknik Penerbangan ITB dengan dimotori Dr Djoko Sardjadi.

SS-5 (SkySpy-5) mampu terbang selama 2-3 jam dengan jarak sampai 25 km untuk fungsi survaillance melalui kamera yang dibawanya. Saya tidak tahu apakah TNI masih menggunakan produknya (selanjutnya ada pengembangan ke SS-20), tapi ironisnya Malaysia memesan UAV SM-75 dari perusahaan ini.


8. Aviator UAV SmartEagle II




UAV SmartEagle II dibuat oleh PT Aviator Teknologi Indonesia, yang dibentuk oleh beberapa mantan karyawan PT Uavindo. Produk unggulannya adalah SmartEagle II, yang mampu terbang selama 6 jam dengan jarak maksimum 300 km.

Produk ini bisa diadu dengan Searcher Mk II dari Israel, hanya sayangnya berat muatan maksimum hanya sampai 20 kg, bandingkan dengan beban 100 kg yang mampu dibawa oleh Searcher Mk II. Sekarang PT Aviator menggandeng Irkuts dari Rusia untuk memasarkan produknya secara bersama-sama.


9. ITB HexaRotor



Hexa berarti enam, dan rotor berarti motor, menjadikan nama PTTA HexaRotor yang berarti ‘Enam Motor’ dengan propeller atau baling-baling yang terbuat dari bahan carbon fiber ini dapat take-off atau lepas landas secara vertikal, mirip helikpter.

Pada masa kini PTTA jenis ini kadang disebut sebagai CamDrone (Camera Drone) yang banyak digunakan untuk pemantauan dengan kamera karena dapat terbang stabil bahkan diam, mirip helikopter. Pesawat buatan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini terdiri dari tiga tipe.

• HexaRotor Tipe Kecil, berbentuk persegi dengan ukuran 15 cm x 15 cm, dilengkapi dengan 4 baling-baling kecil.

• HexaRotor Tipe Sedang, berbentuk persegi dengan ukuran 60 cm x 60 cm dan dilengkapi dengan 6 baling-baling kecil.

• HexaRotor Tipe Besar, berbentuk persegi dengan ukuran 1 m x 1 m serta dilengkapi 8 baling-baling kecil.

Tiap tipe HexaRotor diatas, semuanya tetap dapat dilengkapi kamera. Alat yang diproduksi oleh ITB sejak tahun 2010 lalu ini biasanya digunakan sebagai surveyor, istilah untuk pemantauan dan pengamatan. Tak sekedar hanya untuk mengintai, penggunaannya pun lebih luas, misalnya saja dapat digunakan perusahaan real estate jika ingin memantau dari atas.

Untuk sementara PTTA HexaRotor masih diterbangkan dengan menggunakan remote control. Namun suatu saat dapat dikembangkan dengan mengontrolnya lewat Ground Control Station.

Pesawat ini baru mampu terbang maksimal setinggi 170 m, dengan waktu terbang maksimal 20 menit. HexaRotor juga bisa digunakan untuk memantau kemacetan dan kebanjiran di kota. Suatu saat HexaRotor dapat dikendalikan via satelit.

Dibanyak negara maju, drone jenis ini jauh lebih classified dibanding drone biasa karena kemampuannya dapat “terbang melayang lalu diam”. Inilah yang menyebabkan banyak orang mengira bahwa mereka telah melihat UFO.


10. UAV Autopilot SuperDrone



TNI AD menggaet Universitas Surya yang didirikan Prof .Yohanes Surya untuk membuat alat-alat pertahanan, termasuk pesawat nir-awak alias Drone yang diberi nama UAV Autopilot SuperDrone.

Bahan pesawat ini dari fiber, besarnya 6×4 meter. Jam terbangnya 6-8 jam. Diberi tangki cadangan namun bisa digunakan juga untuk benda lain. Dapat terbang malam dan dilengkapi Thermal Camera (kamera pemantau panas). SuperDrone ini menggunakan teknologi Autonomous Return To Base.

Untuk saat ini pesawat nir-awak ini lepas landas dan pendaratannya masih manual namun setelah itu bisa autopilot. Masih dikembangkan agar take of dan landing-nya juga bisa autopilot. Pengerjaan baru mulai November 2014 dengan tim (yang terdiri) 15 orang. Untuk sementara, PTTA ini untuk pesawat latihan.

Kedepannya, teknologi Pesawat Tanpa Awak UAV Autopilot SuperDrone ini akan dikombinasikan dengan teknologi Open Base Transceiver System (BTS) yang penggunaannya dapat untuk memantau perbatasan. Selain itu, segera akan digunakan combine open BTS dgn UAV untuk pengamanan perbatasan.


11. UAV Lapan Surveillance Unmanned (LSU)


Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) sudah sejak beberapa tahu lalu serius menggarap dan mengembangkan pesawat tanpa awak. Lembaga itu sudah membuat PTTA Lapan Surveillance Unmanned (LSU) Aerial Vehicle.

Ada beberapa jenis LSU yang telah dbuat LAPAN:

• Lapan Surveillance UAV-01X (X-periment)

• Lapan Surveillance LSU 02

• Lapan Surveillance LSU 03

Setelah memproduksi pesawat tanpa awak jenis Lapan Surveillance UAV-01X dan Lapan Surveillance LSU 02, Lapan juga mempunyai Lapan Surveillance LSU 03. Ukuran pesawat tanpa awak yang terakhir itu lebih besar dari seri sebelumnya yaitu LSU 02.

LSU 03 bentangannya 5 meter itu hanya bentang sayap, sedangkan badannya 4 meter. Daya jelajah 400 km dengan ketinggian antara 3.000-4.000 meter. Secara total, jumlah koleksi pesawat tanpa awak milik Lapan berjumlah 3 unit.


12. UAV Tamingsari





UAV ini dibuat oleh Endri Rachman

Spesifikasi Pesawat Tanpa Awak UAV Tamingsari:

Cruise Speed : 100 km/h
Cruise Altitude: 1000 m
Endurance: 2 – 3 Hours
Take off weight : 20 kg, payload (camera): 5 kg
Stall Speed : 40 km/h.


13. GTSI PUNA Keris
UAV Keris dibuat oleh PT Globalindo Technology Services Indonesia (GTSI).

14. GTSI PUNA Bumereng
UAV Bumerang dibuat oleh PT Globalindo Technology Services Indonesia (GTSI).


Keberadaan PUNA (Pesawat Udara Nir-Awak) di Indonesia

Sama seperti negara asing lainnya, PUNA bisa difungsikan sebagai alat penjaga perbatasan wilayah, apalagi Indonesia dengan luas wilayah yang besar diselingi beberapa kepulauan. Selama ini Indonesia selalu dipusingkan dengan batas wilayah dan sering berseteru dengan Malaysia.

Fungsi drone sebagai alat pertahanan akan lebih tepat digunakan untuk operasi militer, terutama serangan darat. Secara umum, fungsi drone adalah untuk menyerang, bukan untuk menangkap para pelanggar hukum. Drone akan lebih efektif untuk memantau perbatasan daratan.



Dalam kegiatan pengawasan wilayah, jumlah ideal yang harus dimiliki Indonesia adalah sekitar 15. Namun jumlah tersebut bukan menunjuk ke jumlah unit drone, melainkan jumlah pangkalan PUNA yang harus dibangun. Dalam masing-masing pangkalan itu diisi oleh minimal 3 unit PUNA yang bekerja secara terus menerus selama 24 jam untuk melakukan pengawasan.

Tentunya dengan luas wilayah yang besar seperti Indonesia, mungkin lebih banyak lagi. Idealnya mungkin minimal 15 pangkalan untuk mengawasi wilayah secara komprehensif. 15 pangkalan ini bisa lebih atau kurang tergantung kecanggihan teknologinya. Akan tetapi untuk saat ini, Indonesia membutuhkan minimal 3 pangkalan di setiap daerah. Daerah tersebut, khususnya adalah yang sering terjadi pelanggaran hankam.

Sejatinya, riset pengembangan teknologi drone telah berlangsung di Indonesia sejak tahun 2000. Namun segala aspek yang menyertainya membuat pengembangan drone tidak bisa dilakukan oleh lembaga tertentu saja.



Akhirnya dibentuklah konsorsium yang melibatkan PT Dirgantara Indonesia (DI), Lembaga Elektronik Nasional (LEN), BPPT dan LAPAN. Masing-masing lembaga, berturut-turut memiliki fungsi produksi, penyediaan sistem komunikasi dan elektronik, dan riset pengembangan.

Di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), drone disebut sebagai Lapan LSU atau Lapan Surveillance Unmanned (LSU) Aerial Vehicle. Sama halnya dengan Pesawat Udara Nirawak (PUNA) di BPPT.

Selain untuk memonitoring bencana, pemetaan wilayah, dan pertahanan negara, drone atau PUNA sejatinya bisa memiliki kemampuan untuk menjadi alat perang agar menjadi pelengkap persenjataan TNI.


Rahasia Indonesia Miliki UAV Heron Buatan Israel

Selama ini, Indonesia telah memiliki UAV Heron buatan Israel untuk memantau garis batas untuk menjaga kedaulatan negaranya. Jadi, TNI saat ini memiliki dua jenis UAV/PUNA modern, Wulung dan Heron buatan Israel, hasil kerja konsorsium.



Wulung disebutnya sebagai UAV yang lebih menarik karena adopsinya menandakan lompatan tinggi bagi kemandirian alutsista dalam negeri. Indonesia akan kedatangan 12 PUNA yang akan diletakkan di squadron Lanud Supadio, Pontianak di tahun 2014.

Meski ke-12 PUNA, yang terdiri dari 8 Wulung dan 4 Heron ini, akan mampu menjaga pertahanan wilayah Indonesia namun masih terbatas pada pengawasan wilayah. PUNA tersebut belum bisa dijadikan alat persenjataan pendukung perang.

Tentunya lebih canggih Heron. Kemampuan terbangnya 350km secara terus menerus selama 52 jam dengan kecepatan 207 km/jam. Heron layak menjadi drone pengintai. Sedangkan Wulung memiliki jarak jelajah 200 km yang didukung mobile ground station, hanya dimungkinkan untuk pengamatan data secara realtime.




Jika Wulung merupakan buatan lokal anak bangsa, 4 PUNA Heron bisa dikatakan sebagai buatan Israel Aerospace Institute (IAI).

Oleh karena itu, lanjut Ajie, Indonesia wajib menguasai teknologi UAV. Bila kita dapat menguasai teknologi UAV, bukan hal yang sulit bila nantinya Indonesia ingin mengembangkan UCAV (Unmanned Combat Aerial Vehicle), yang dipersenjatai.


Kendala Pengembangan PUNA

Di Indonesia, dana yang minim dan pesimisme masyarakat Indonesia terhadap produk lokal membuat teknologi UAV tersendat. Pemerintah seolah tak peduli dengan teknologi pesawat tanpa awak ini. Jika UAV saja belum bisa dibuat, jangan pernah berharap untuk merencanakan Unmanned Combat Aerial Vehicle (UCAV).

Sejak 2004, masuk ke program Litbang BPPT. Dana yang dihabiskan kurang lebih 20 miliar. Kalau jumlah drone yang dimiliki TNI, mereka yang lebih tahu. Untuk yang di BPPT, karena drone atau PUNA adalah sebuah sistem maka yang siap terbang ada 4 unit. Hanya 4 itu yang memiliki kelengkapan sistem.

Angka ini sangat jauh jika dibandingkan dengan dana riset drone yang digelontorkan Amerika. Menurut situs Singularityhub.com, dana riset PUNA untuk tahun 2001 hingga 2013 lalu menghabiskan US$26 miliar. Jika dihitung rata-rata per tahun, dana riset tersebut mencapai US$2,1 miliar atau sekitar Rp21 triliun.

PT Robo Aero Indonesia (RAI) didirikan oleh beberapa dosen ITB yang melihat peluang besar bisnis UAV di dalam maupun luar negeri. Mereka sudah membuat prototipe UAV dengan jarak operasional 20 km, 50 km dan 100 km secara otonomi. UAV buatan mahasiswa Teknik Penerbangan ITB sudah mampu unjuk gigi dengan menjuarai kontes UAV di Taiwan dan Korea Selatan. BPPT juga sudah membuat beberapa prototipe UAV yang dalam produksi dan pemasarannya menggandeng PT Aviator dan UKM Djubair OD di Tangerang.

Sedangkan LAPAN, yang membuat Lapan Surveillance Unmanned (LSU) Aerial Vehicle, saat ini telah mengembangkan seri 05 yang berfungsi untuk pemetaan. Lembaga swasta yang melakukan riset ini ada beberapa seperti UAVindo dan Proboaero di Bandung, sedangkan di Jakarta terdapat 5 perusahaan sejenis.



Selain Wulung, BPPT juga memproduksi Sriti. Bahkan dalam kurun 5 tahun ke depan, BPPT akan mengembangkan PUNA yang lebih canggih dari Wulung, diberi nama Medium Altitude Long Endurance (MALE).

Untuk desain pesawat, 100 persen sudah Indonesia sendiri. Tapi untuk sistem komunikasi, sistem kendali mash tergantung dengan komponen dari Eropa maupun Amerika Serikat. Untuk biaya pembuatan memang membutuhkan investasi mahal. Satu buah drone diperkirakan memakan biaya 300 juta.

Sedangkan untuk jasa penyewaan drone, meski murah namun tidak bisa diterapkan untuk kegiatan pengawasan negara. Demikian juga dengan sistem komunikasinya. Meski bisa menggunakan ground station, teknologi satelit dinilai lebih mumpuni.

Kalau sewa biasanya untuk keperluan sipil namun untuk militer biasanya punya sendiri. Sebagai ilustrasi, untuk pengambilan foto kelas UAV yang short range, untuk perkebunan dengan hanya beberapa luas wiliayah, sekitar Rp10 juta sampai Rp30 juta, tergantung dengan perjanjiannya pekerjaannya.



Oleh karena itu, akan lebih menguntungkan jika riset terkait drone terus dilakukan sampai bisa memproduksi banyak PUNA untuk banyak fungsi.

Keuntungannya adalah, selain menciptakan lapangan kerja baru, drone buatan sendiri juga bisa dikostumisasi sesuai kebutuhan, bahkan kerahasiaan negara lebih terjamin.

Secara ekonomi memang tidak terjadi capital flight karena duit mengalir di negeri kita sendiri. Yang paling penting adalah jaminan keamanan rahasia negara.

Beda sekali jika kita menyewa atau membeli dari asing. Selain itu kita juga bisa menekan risiko terhadap nyawa pilot dan operator.

Ketergantungan perangkat asing akan memberikan kekhawatiran tersendiri terkait pengintaian keamanan negara. Artinya, sudah saatnya Indonesia menghentikan ‘kecanduan’ perangkat asing.

Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan teknologi macam drone. Sumber daya sudah mumpuni, tinggal menunggu keseriusan pemerintah dalam hal pendanaan demi pertahanan negara.


Malaysia Pakai Karya Ilmuwan Indonesia Untuk Jaga Perbatasan dengan RI

Banyak karya anak bangsa yang mendunia. Namun ironisnya, kurang dihargai di negeri sendiri. Akibatnya, banyak ilmuwan asal Tanah Air terpaksa hijrah ke luar negeri. Salah satunya, Profesor Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, yang telah ratusan kali melakukan presentasi di berbagai negara dan mengantongi 120 hak paten. (baca: Wow!! 5 Temuan Menyangkut Indonesia di Bidang Sains 2012)

Pesawat terbang tanpa awak (PTTA), radar, dan satelit adalah teknologi yang telah membawa guru besar Universitas Chiba, Jepang itu dikenal dunia Internasional. Josh, begitu pria asal Bandung Jawa Barat ini dipanggil, dipercayakan Universitas Chiba mengelola dan mengepalai laboratorium sendiri bernama Josaphat Microwave Remote Sensing Laboratory (JMRSL).



Di laboratorium itu, ia bersama beberapa rekannya melakukan riset dan rekayasa. Hasilnya, JX-1, PTTA atau UAV (unmanned aerial vehicle) ini menjadi terbesar yang dibuat di Asia. JX-1 rampung dibuat sejak 2012 lalu.

Karya yang ia kembangkan pun mendapat perhatian dari sejumlah negara, seperti Malaysia dan Jepang melalui program transfer teknologi.

Josh menuturkan, sejak tahun 2010 Pemerintah Malaysia telah melakukan kerjasama dengan dirinya melalui Japan Internasional Cooperation Agency-Japan Science and Technology Agency with Official Development Assistance atau JICA-JST ODA, program Pemerintah Jepang.

PTTA atau UAV yang diminati pemerintah Malaysia ini pun telah berjalan dan rencana tahun 2015 telah selesai. Pemerintah Malaysia akan menggunakan PTTA tersebut untuk membantu menjaga tapal batas dengan Indonesia.

“Khusus untuk pemerintah Malaysia, yang dapat digunakan untuk pengamatan perbatasan Indonesia dan Malaysia,” ungkap pria murah senyum ini. Josh juga berharap, Indonesia — negaranya sendiri — pun ke depan berminat mengaplikasikan teknologi yang ia kembangkan.

Selain PTTA, sejumlah kerjasama juga dilakukan bersama pemerintah Malaysia seperti pengembangan penginderaan jauh. Teknologi ini diharapkan bisa membantu pengamatan bencana alam di negeri jiran.

“Kerjasama lainnya adalah bantuan supervisi untuk pengolahan data SAR ini yang dapat mengetahui perubahan permukaan Bumi dengan akurasi milimeter dengan pengamatan dari jarak lebih dari 700 km dengan berbagai aplikasinya misalnya pengamatan tanah longsor, penurunan tanah, dan lain-lain di wilayah Malaysia berikut pengembangan SDM Malaysia,” imbuhnya.

Synthetic Aperture Radar (SAR) adalah suatu bentuk radar yang digunakan untuk membuat gambar dari obyek, seperti landscape. SAR biasanya dipasang di pesawat atau pesawat luang angkasa dan berasal sebagai bentuk lanjutan dari Side Looking Airborne Radar (SLAR). Jarak perangkat SAR dikirimkan melalui Antenna Aperture.




Di teknologi ini Josh juga berhasil menciptakan antena tembus pandang (transparent antenna), antena mikrostrip yang dapat digunakan berkomunikasi dengan satelit dan berbagai jenis antena untuk keperluan mobile satellite communications. Dalam penelitian ini, ia bergabung dengan laboratorium Prof. Ito Koichi.

Selain itu banyak penemuan yang telah ia hasilkan, seperti circularly polarized synthetic aperture untuk PTTA, radar peramal cuaca 3 dimensi dan small satelite. Saat ini Josh bersama rekan dan mahasiswanya di Universitas Chiba mengembangkan JX-2, UAV model baru yang lebih canggih dan lebih ringan.

Ilmuwan-Ilmuwan Indonesia harus “Pulang Kampung”

TNI AD telah meluncurkan 15 alat pertahanan hasil riset dengan Universitas Surya yang didirikan pakar fisika Prof Yohanes Surya. Alat-alat pertahanan itu dari pesawat tanpa awak alias drone hingga motor yang bisa terbang bak ‘Transformers’.

Alat-alat itu pernah dipamerkan di Mabes TNI AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (7/4/2014) lalu. KSAD Jenderal Budiman meluncurkan alat-alat pertahanan ini di depan Pangdam se-Indonesia melalui teleconference.

Riset ini pada akhirnya digunakan untuk kemandirian bangsa dan negara, sebab ada yang langsung berguna sebagai alat pertahanan negara. Kemudian dapat bermanfaat untuk negara dan masyarakat. Dengan hasil dari riset ini, kita bisa menghemat pengeluaran negaera karena tidak perlu membeli alat dari luar.


[IMG]http://indocropcircles.files.wordpress.com/2014/09/pesawat-uav-surya-university-pro****l-online-kotabumi-lampung-utara.jpg?w=603&h=351[/IMG]

Beberapa hasil riset itu antara lain open Open Base Transceiver Station (BTS), radio VHF, battle management system (BMS), peralatan konversi BBM ke BBG, GPS tracking system, Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Autopilot alias Drone, simulasi menembak dengan laser gun, jammer perusak sinyal, alat pengendali senjata jarak jauh hingga Roadble Grycopter yaitu motor yang bisa terbang seperti helikopter bak dalam film Transformer.

Dana dalam riset ini sebesar Rp 31 miliar untuk 15 riset, artinya dana yang digunakan dari APBN hanya kecil. Sedangkan pendiri Universitas Surya, Prof Yohanes Surya, mengatakan riset ini adalah hasil dari riset ilmuwan-ilmuwan Indonesia yang dipanggil pulang kampung.

“Ilmuwan kita bisa bersaing dengan negara lain. Ilmuwan hebat kita di negara lain kita panggil pulang, sehingga kita tidak perlu takut. Kita sudah sejajar dengan negara lain,” tutur pria yang tenar dalam mendidik anak-anak sekolah dalam Olimpiade Fisika Internasional dan banyak di antaranya menjadi pemenang.


Kebutuhan dan keberadaan Drone semakin mendunia


Dalam 10 tahun terakhir, minat militer Amerika untuk perangkat pengintai dan pertahanan telah memicu pengembangan drone.

Northrop Grumman, Boeing, General Atomics dan Lockheed Martin merupakan empat besar manufaktur drone.

Jepang dan Tiongkok pun mulai melirik drone atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) untuk mempertahankan wilayah keduanya yang berbatasan.

Business Insider pernah melaporkan bahwa pasar drone untuk kebutuhan militer akan mencapai US$8,2 triliun pada 2022 nanti.

Dalam laporan tersebut diprediksi bahwa Amerika tidak akan lagi mendominasi sebagai konsumen drone. Tiongkok dan Rusia akan menggantikan posisi Amerika.

Bahkan dari sisi pengembangan, Tiongkok dan Rusia akan memiliki kemampuan untuk menyaingi drone Amerika dalam kurun 10 tahun ke depan.



Kedua negara telah berkomitmen untuk menginvestasikan sekian dana untuk riset dan perkembangan drone, khususnya drone untuk kegiatan militer yang lengkap dengan persenjataan.

Dana riset yang tidak mencukupi membuat pengembangan drone buatan lokal Indonesia mengambang.

Dari beberapa drone yang dimiliki, hampir semua berupa prototipe. Meski ada beberapa yang telah siap terbang namun infrastrukturnya masih harus ditunggu.


Lapan Kembangkan Pesawat Pengamat Wilayah (LSA)

Pada masa kini, Lapan juga sedang mengembangkan jenis pesawat dengan awaknya yang berguna untuk pemantau yang dinamakan Lapan Surveillance Aircraft (LSA).

Jadi, kini Indonesia memiliki Pesawat Pengamat Wilayah (PPW). Lapan bekerja sama dengan Universitas Berlin, Jerman, berhasil mengembangkan pesawat pengamat yakni Lapan Surveillance Aircraft (PK-LSA01). Pesawat ini menjadi bagian pemanfaatan untuk kepentingan memotret wilayah di Indonesia. Selasa (28/1), Kepala Lapan, Bambang S. Tejasukmana meresmikan Pesawat LSA di Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan (BBKFP) Ditjen Perhubungan Udara, Curug, Tangerang.

Program pesawat LSA ini merupakan bagian dari program utama Pusat Teknologi Penerbangan (Pustekbang) Lapan. Selain LSA, Pustekbang juga memiliki program pengembangan pesawat tanpa awak (Lapan Surveillance UAV – LSU) dan program pengembangan pesawat transport nasional (N-219)



Pesawat LSA memiliki beberapa misi yakni akurasi citra satelit, verifikasi dan validasi citra satelit, monitoring produksi pertanian, aerial photogrammetry, pemantauan, pemetaan banjir, deteksi kebakaran, search and rescue (SAR), pemantauan perbatasan dan kehutanan, serta pemetaan tata kota.

Misi pesawat LSA ini dapat memperkuat sistem pemantauan nasional. Indonesia yang berpulau ini sangat memerlukan sistem pemantauan wilayah. Selain menggunakan teknologi satelit, diperlukan pula sistem pemantauan yang lebih impresif dengan menggunakan pesawat terbang. LSA tersebut sekaligus memperkuat penguasaan teknologi terbaru pesawat terbang.

Pesawat LSA ini juga mampu mengakurasikan data dari foto citra satelit dengan resolusi tinggi yang telah digabung dengan satelit-satelit lain, dan mampu konfirmasi ulang langsung di lapangan secara acak. Dengan kemampuan terbang non-stop selama 6-8 jam, jangkauan tempuh 1.300 kilometer, dan dapat membawa muatan hingga 160 kg, LSA ini berpotensi untuk melakukan patroli sistem kelautan di Indonesia.

Lapan menargetkan selama lima tahun ke depan, pesawat ini dapat memiliki fungsi autonomous. Menurut ia, keuntungan sistem autonomous selain dapat bermanuver secara otomatis, kualitas dalam menjalankan misi surveillance dapat lebih presisi, efisien, dan efektif.

Dalam skema prosesnya, awalnya pesawat ini masih dikendalikan oleh pilot untuk lepas landas dan mendarat. Dan setelah mengudara, sistem autonomous ini akan aktif sehingga tidak memerlukan kendali dari pilot. Namun, jika ada hal yang tingkat urgensitasnya tinggi, pilot dapat mengintervensi.



LSA yang terbaru yang dibuat adalah series Lapan Surveillance LSA 05. Tipenya bukan LSU lagi, tapi sudah LSA atau Lapan Surveillance Aircraft 05, yang prototipe-nya sudah disiapkan tinggal uji terbang.

LSA 05 ini lebih canggih dan ukurannya lebih besar dan kapasitas bahan bakar lebih banyak. Nantinya pesawat tanpa awak jenis LSA 05 ini juga dapat digunakan untuk pemadaman kebakaran hutan dan keperluan pemantauan strategis lainnya.

Pesawat ini mampu terbang non-stop selama 6-8 jam dengan jangkauan tempuh hingga mencapai 1.300 km dan tinggi hingga lebih dari 5.000 meter serta mampu membawa beban hingga 160 kg.

Komponen produk PTTA ini tidak sepenuhnya buatan lokal. Namun masih ada yang harus diimpor, seperti mesin dan motor penggerak. Selain motor dan mesin, komponen lainnya murni dibuat di Indonesia. Jadi, porsi komponen lokal PTA yang dibuat Lapan jauh lebih besar dibandingkan komponen im****ya.


Sumber

Jumat, 05 September 2014

Perubahan Facebook selama 10 tahun terakhir

Facebook dibuat tahun 2004 di sebuah kamar kecil yang ada di Harvard, yang sebelumnya bernama thefacebook.com. awalnya facebook hanya di buat untuk mahasiswa yang ada di Harvard , tapi facebook berkembang sampai universitas amerika lainnya, dan dalam waktu 6 bulan sudah ada 1 juta pengguna.
Saat ini tahun 2014 , facebook menjadi sosial media paling terkenal dengan 1.2 milyar pengguna dan masih bertambah lagi. Seiring perkembangannya facebook merubah beberapa tampilan agar mudah di gunakan oleh user.

Berikut adalah Perubahan facebook selama 10 tahun terakhir


2004 - 2005



Seperti yang saya sebutkan barusan, Facebook hanya terbatas untuk beberapa universitas karena itu tidak begitu banyak fitur yang tersedia. Orang-orang menggunakan thefacebook.com hanya untuk berdiskusi dan saling mengenal satu sama lain dengan cara add orang lain sebagai teman dan berbalas pesan. facebook terlihat seperti gambar diatas pertama kali online. Lalu setelah ada investor yaitu Peter Thiel , dengan jumlah uang investasi sebesar 500,000 USD. Facebook mengganti domainnya menjadi www.facebook.com seharga 200,000 USD hanya untuk menghilangkan kata "the" agar terdengar lebih baik. lalu tahun 2005 facebook baru menambahkan fitur upload foto dan tag ke orang lain.


2006 - 2007


Tahun 2006, Facebook memperkenalkan fitur berita terbaru yang menampilkan status dari teman si pengguna. pada akhir tahun 2006 , facebook memberikan aturan bahwa yang mendaftar hanya boleh orang yang berumur 13 tahun dan memiliki alamat email yang valid.



2007 - 2008



di 2007, facebook menambahkan fitur untuk upload foto dari perangkan mobile, menulis status dan mengakses facebook versi mobile. lalu bulan Juni 2007, pengguna dapat upload video buatan sendiri. akhir tahun 2007 facebook meluncurkan Fanpage yang dapat di gunakan sebagai media promosi perusahaan atau barang.


2008 - 2009



Pada April 2008, Facebook memperkenalkan wall dimana mengijinkan pengguna untuk menulis pesan dan cerita atau apapun di wall temannya.


2009 - 2010



Facebook mulai memperkanalkan fitur "Like". sekarang user dapat like update status, link yang di bagikan dan juga fanpage. selain itu juga user sekarang dapat membuat event dan mengundang teman untuk datang ke event tersebut.


2010 - 2011



Facebook benar-benar mendesain ulang profile di tahun 2010. terdapat baris di atas yang berisi foto yang di tag oleh orang lain. juga ada fitur like untuk komen yang di berikan. user dapat saling like komen yang di tulis.


2011 - 2012



Di pertengahan 2011 , facebook chat di perbarui. dengan menambah fitur video calling tanpa harus menginstall software baru. lebih lagi, orang sekarang dapat subscribe post orang lain. Akhir tahun 2012 facebook memperkenalkan Timeline, yang benar-benar mengubah semua tampilan profile dari yang sebelumnya. sekarang setiap orang memiliki cover dan profile foto.


2012 - 2013



Tahun 2012 , facebook sudah memiliki 1 milyar lebih pengguna aktif. pengguna dapat melacak post berdasarkan tanggal pembuatan akun. facebook juga membeli Instagram, sebuah sosial media khusus berbagi photo, dengan harga 1 milyar USD. lalu di akhir tahun 2013 facebook memperkanalkan Hahstag yang dapt di tulis di status.


2014



Awal tahun 2014 , facebook membuat aplikasi bernama paper. Aplikasi tersebut hanya tersedia untuk perangkat berbasis IOS. Lalu pada tanggal 4 Februari facebook merayakan 10 tahun berdirinya facebook dengan membuat fitur Look Back page. Facebook membuat video tentang apa saja hal penting atau moment istimewa pengguna di facebook.

Facebook mengalami banyak perubahan setiap tahunnya dan terus mencoba menyesuaikan dengan kebiasaan orang-orang. Saat ini menjadi sosial media paling dominan di dunia.


sumber

Kamis, 04 September 2014

Mobil Kepresidenan Paling 'Kebal Peluru'



Seorang presiden sebagai pemimpin di setiap negara sudah selayaknya mendapatkan proteksi lebih. Dalam hal ini untuk masalah transportasi. Terutama transportasi kenegaraan yang tujuannya formal, dan menyangkut masalah negaranya itu sendiri.Kepala negara bisa berada dalam ancaman yang besar apabila dalam kondisi tertentu tidak 'diangkut' menggunakan mobil berproteksi ekstra. Sehingga mobil-mobil tersebut otomatis harus dibuat dengan ketahanan benda keras, senjata tajam, maupun senjata api.





Mobil-mobil presiden pada umumnya dibangun dengan lempeng baja dan lapisan sekunder lainnya pada bagian body mobil. Di beberapa merk, mobil kepresidenan juga dibuat menggunakan body yang berbahan dasar kevlar, sehingga tetap ringan meskipun anti peluru.





Kaca dari mobil-mobil tersebut juga didesain lebih tebal, lentur, bukan keras, sehingga apabila terjadi benturan, kerusakan yang terjadi tidak akan sampai masuk ke dalam mobil. Biasanya terbuat dari armormax, cyrolon dan bahan yang lainnya.
Nah, ini dia beberapa mobil kepresidenan 'kebal peluru' terbaik di dunia
SELENGKAPNYA >>>

Kamis, 28 Agustus 2014

Tanaman Paling Mematikan Di Dunia

Tidak hanya hewan yang dapat mematikan bagi manusia ternyata ada banyak tanaman di dunia yang juga dapat mematikan bagi manusia. Baik karena racun ataupun duri mereka, 10 tanaman berikut ini adalah tanaman yang jauh lebih mematikan dibandingkan tumbuhan-tumbuhan lainnya.


Doll's Eye


Dari gambar di atas, Anda pasti sudah bisa mengetahui darimana tumbuhan ini mendapatkan namanya. Sangatlah mudah dikenali karena bentuknya yang sangat unik dengan warna putih kental disertai titik hitam di tengah buah berry tersebut. Walaupun tanaman ini terlihat indah dengan daun mereka yang lebar, keseluruhan tanaman ini sangatlah beracun khususnya untuk manusia.

Titik hitam yang ada di tengah buah berry putih ini adalah titik yang menandakan tempat dengan konsentrat racun tertinggi. Ditambah lagi karena bentuknya yang sangat unik inilah biasanya anak kecil suka tertarik dengan tanaman Doll's Eye dan telah ada berbagai kasus akan keracunan terkait hal tersebut. Gejala keracunan ini akan diakhir dengan serangan jantung yang diikuti kematian.


 Angel Trumpet


Jangan tertipu dari nama malaikat tanaman ini kecuali jika Anda memang ingin mendengar tiupan trompet malaikat yang siap menjemput Anda. Tumbuhan Angel Trumpet mendapatkan nama mereka dari bentuknya yang menyerupai terompet ke bawah. Mengandung konsentrat tinggi akan racun scopolamine yang dikenal dapat menyebabkan halusinasi parah dan dapat menyebabkan kematian.

Yang mengerikannya adalah jika racun dari tanaman lain biasa diserap tubuh karena dimakan, maka ekstrak Angel Trumpet ini dapat menjadi racun yang diserap kulit. Inilah yang dimanfaatkan beberapa kriminal untuk melakukan tindakan pencurian bahkan dikatakan korban mereka tidak sadar sama sekali bahwa ia dicuri. Gejala dari racun Angel Trumpet adalah sulitnya pernapasan, halusinasi, diare, dan akhirnya kematian.


Aconitum


Tanaman dengan nama lain seperti Wolf's Bane, Women's Bane, Devils Helmet, Leopard's Bane, hingga Blue Rocket adalah nama-nama yang semuanya merujuk ke tumbuhan satu ini. Sering digunakan oleh suku Ainu dariJepang untuk berburu dengan dioleskan di ujung panah mereka, karena mengandung racun yang bernama alkaloid pseudacontine.

Dalam jumlah yang relatif banyak, seorang manusia dewasa dapat menderita kesakitan yang dimulai dari mual, muntah-muntah, kelumpuhan, hingga kegagalan organ, hanya dalam waktu 2-6 jam. Namun diketahui hanya 20ml racun ini saja juga dapat membunuh seorang pria dewasa. Nama Wolf's Bane dari tumbuhan mematikan ini sendiri berasal dari sejarahnya karena sering digunakan untuk membunuh serigala.


Pohon Strychnine


Dikenal sebagai kacang beracun, Pohon Strychnine adalah tumbuhan yang memiliki biji mematikan dengan kandungan racun seperti namanya yaitu Strychnine. Bukti dari betapa mengerikannya racun ini sendiri ditunjukkan dalam kisah Ratu Cleopatra yang meminta bawahannya untuk melakukan bunuh diri dengan memakan biji pohon Strychnine. Ia ingin mengetahui apakah biji ini adalah cara terbaik baginya untuk bunuh diri. Setelah melihat bawahannya kejang-kejang menderita kesakitan, Cleopatra mengurungkan niatnya.

Alasan mengapa Cleopatra mengurungkan niatnya adalah karena memang gejala dari racun ini sangatlah terlihat mengerikan dan menyakitkan, dimulai dari kejang-kejang kuat, gemetar, muntah-muntah, kehilangan kesadaran, hingga akhirnya kematian.


Oleander


Tumbuhan ini adalah salah satu tanaman paling mematikan yang ada di dunia namun juga adalah tanaman yang sering dijumpai sebagai dekorasi taman. Alasannya adalah karena selain bunganya yang indah, semaknya juga dapat dikatakan relatif indah.

Walaupun tanaman ini indah untuk dilihat, ingatlah untuk jangan pernah memasukkan bagian apapun dari tanaman ini ke mulut Anda. Dimulai dari daun hingga buahnya, semua berisikan lebih dari 1 racun yang akhirnya dapat menyerang jantung, pencernaan, hingga saraf Anda secara instan. Bahkan cukup 1 daun dari tanaman ini untuk dapat membunuh seorang manusia dewasa.


The Suicide Tree


The Suicide Tree (Pohon Bunuh Diri), Pong-pong, Othalanga, semuanya adalah sebutan untuk 1 spesies pohon yang memilki nama ilmiah Cerbera Odollam. Bentuknya sendiri sangatlah mirip dengan bunga mematikan lainnya di atas, yaitu Oleander karena berasal dari famili yang sama. Sedangkan alasan dari penamaan tanaman ini adalah karena tanaman ini adalah tanaman popular untuk senjata pembunuhan diam-diam dan juga bunuh diri.

Berisikan racun yang dikenal dengan nama Cerberin, dapat menyebabkan gangguan otot jantung, kegagalan pernapasan, dan kematian. Selain itu, membuat seseorang memakan biji beracun ini juga sangatlah mudah karena rasanya dapat ditutupi oleh bumbu makanan lainnya dan tidak hanya itu saja, racun dari tumbuhan ini sering diabaikan saat otopsi. Inilah sebabnya mengapa The Suicide Tree sering dikatakan sebagai alat pembunuhan yang sempurna.


The Rosary Pea


Tidak perlu jauh-jauh melihat ke negara lain jika Anda ingin melihat salah satu tanaman paling mematikan di dunia, karena tumbuhan mematikan satu ini adalah tumbuhan endemik Indonesia. Dikenal secara mendunia sebagai The Rosary Pea, Crab's Eye, atau Jumbie Bead, namun di Indonesia dikenal dengan nama Saga Rambat.

Dapat dikenal dari warna bijinya yang merah terang, tumbuhan ini mengadung racun yang bernama Abrin dan sangatlah fatal. Hanya dengan menghirup racun ini saja dapat bersifat fatal apalagi dengan mengkonsumsinya, mereka dapat menderita halusinasi, kegagalan pernapasan, gagal ginjal, dehidrasi, dan akhirnya kematian. Uniknya, di Indonesia tanaman ini diolah jadi obat sariawan yang digabungkan dengan daun sirih.


Deadly Nightshade


Secara sekilas tanaman ini terlihat tidak berbahaya bahkan terlihat dapat dimakan dengan buah berrynya yang berwarna hijau atau hitam mengkilat, ditambah lagi rasa mereka yang manis. Sayangnya, tumbuhan Deadly Nightshade ini adalah salah satu tanaman paling mematikan yang ada di dunia. 

Anehnya adalah racun atropine dan scopolamine yang ada di dalam tanaman ini tidak mempengaruhi hewan tertentu seperti kuda, kelinci, domba, dan beberapa burung diketahui tidak terpengaruh oleh racun mereka. Manusia sendiri termasuk sebagai mamalia yang sensitif terhadap racun ini, dimana 2 buah berry tanaman ini diketahui cukup untuk membunuh seorang anak kecil, dan 10 hingga 20 buah cukup untuk membunuh seorang manusia dewasa. Hal ini berlaku lebih fatal lagi untuk daun mereka, yakni hanya dibutuhkan 1 daun untuk membunuh seorang pria dewasa.


Water Hemlock


Cicuta atau Water Hemlock merupakan tanaman atraktif dengan bunga kecil berwarna putih atau hijau yang teratur menyerupai payung. Di Amerika Utara, Water Hemlock adalah tumbuhan paling mematikan karena sangat beracun bagi manusia. Memiliki racun yang bernama cicutoxin, keseluruhan tanaman ini sangatlah beracun, khususnya di bagian akar mereka.

Mereka yang bernasib buruk karena mengkonsumsi water hemlock akan menderita rasa sakit mengerikan seperti kram, muntah-muntah, kebingungan, sakit di daerah perut, gemetar, dan akhirnya kematian karena gagal otot jantung.


Tanaman Castor


Jika di hewan paling beracun di dunia, Ubur-ubur Kotak adalah yang paling beracun maka di dunia, maka di tumbuhan, Tanaman Castor adalah yang paling beracun. Diakui oleh Rekor Dunia Guinness pada tahun 2007, Tanaman Castor (Castor Plant) atau dikenal sebagai Tumbuhan Jarak ini adalah tumbuhan paling beracun yang ada di dunia.

Alasannya adalah karena keseluruhan tanaman ini mengandung sebuah racun mematikan yang dikenal dengan namarisin, khususnya untuk biji dari tanaman Castor. 1 biji tumbuhan ini cukup untuk membunuh seorang manusia hanya dalam waktu 2 hari, padahal 1 biji tanaman castor hanya mengandung 1 hingga 2 miligram risin. Dalam waktu 2 hari, kematian yang disertai juga bukanlah kematian yang tenang, melainkan kematian yang sangat menyakitkan. DImulai dari rasa terbakar di daerah mulut dan leher, sakit di di daerah perut, diare parah, muntah-muntah, hingga penyebab akhir kematian yaitu dehidrasi.