Featured 1

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 2

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 3

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 4

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 5

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Rabu, 09 Juli 2014

Sejarah Piramida Klothok di Kediri


Kraton atau pusat istana kerajaan Kediri dengan rajanya yang termasyhur karena terbukti kebenaran ramalannya, Sri Aji Jayabaya, merupakan misteri karena lokasinya belum ditemukan siapapun. Adapun lokasi pamuksan dan makam beliau telah diketahui umum berada di daerah Mamenang, di sebelah timur Kediri. Demikian pula menurut pengetahuan umum lokasi kraton Kediri semasa pemerintahan Jayabaya berada di sekitar wilayah kaki Gunung Kelud dianggap telah musnah terlanda lahar letusan gunung itu.

Dalam menguak misteri kraton Jayabaya masa silam, di samping mengacu pada peninggalan arkeologis dan transkrip yang berhasil ditemukan para pakar dalam bidang tersebut, perlu juga mengkaji ilustrasi masa kini wilayah kerajaan Kediri; di pusat kota Kediri di sisi timur sungai Brantas terdapat sebuah pasar tradisional, Setono Bethek, istana bambu. Ada lagi Setono Gedhong, istana batu. Tempat-tempat tersebut benarkah ada kaitan dengan istana kerajaan Kediri di masa silam? Atau sekadar makam para ulama penyebar agama Islam belaka? Ada sebuah nama lain di tepi Barat sungai Brantas yang menarik: Bandar Lor, Bandar Kidul. Tampaknya memang di masa silam sebuah pelabuhan kuno!


Pada kira-kira 1135 maraklah raja Kediri kelak kemudian menjadi raja besar Nusantara: Joyoboyo, Jayabaya, atau Jayabhaya. Kekuasaannya berpusat di Kediri, Jatim, dan wilayah di bawah pengaruh kekuasaannya mencakup seluruh Pulau Jawa (Java) ditambah Jambi, Tidore, dan Kalimantan.Sejarah mencatat Sri Krtanegara yang mengucapkan sumpah “Pamalayu” dalam mempersatukan Nusantara, pada akhirnya gagal karena keburu diserang pasukan Kediri, Jayakatwang dengan bantuan sang putra mahkota Raden Ardaraja yang juga merupakan salah satu anak mantu sri Krtanegara penguasa Singosari, di samping juga anak mantu lainnya Raden Wijaya yang bersikap netral dalam kemelut tersebut. Dengan bantuan orang dalam di kerajaan Singosari tersebut akhirnya pasukan Kediri berhasil mengalahkan Singosari dan sekaligus Sri Krtanegara sendiri gugur dalam serbuan pasukan Kediri yang sama sekali di luar dugaan tersebut. Dengan gugurnya Krtanegara maka berakibat Singosari pun pun runtuh. Pada masa pemerintahan Jayabaya kekuatan militer kerajaan maritim Kediri terletak pada angkatan lautnya yang kuat pada masanya hingga mampu menjaga wilayah kerajaan di seberang pulau yang jauh dari pusat kekuasaan di pedalaman Jawa bagian timur itu.
Kota Kediri yang kita kenal sekarang dibelah oleh sungai Brantas, sungai itu lebarnya kurang lebih 1000 meter. 

Di masa silam, kapal-kapal perang dan dagang diperkirakan bisa melayari sungai Brantas sepanjang aliran mulai dari pelabuhan laut di Surabaya terus masuk ke pedalaman hingga merapat pusat kota Kediri, sekarang lokasi pelabuhan di tepi sungai di Kediri itu diberi nama pelabuhan Jayabaya, lokasinya di daerah yang kini bernama Bandar Lor.

Satu kilometer ke barat sejak pelabuhan Bandar atau pelabuhan Jayabaya tersebut terbentang jalan lurus menuju bukit KLOTHOK (arti harfiahnya: KOLO THOK, banyak kolo, banyak penyakit). Sebuah prasasti batu raksasa masih menjadi misteri asal-usulnya, diperkirakan dibangun di masa jaman keemasan kerajaan Kediri, yaitu era Jayabaya. Prasasti berbentuk goa berukuran 3 x 10 meter itu diberi nama Mangleng (artinya museum). Bangunan goa Mangleng atau Selomangleng, yang juga disebut museum Jayabaya yang didirikan sekitar tahun 1150-an pada masa Jayabaya itu letaknya cukup terlindung berada di antara bukit-bukit. Di sebelah depan (50 meter) adalah bukit Mas Kumambang yang menurut penduduk setempat terkenal dengan legenda maling sakti. Maling sakti yang hidup di masa kolonial Belanda itu bernama Ki Boncolono bersama dua sahabatnya Tumenggung Poncolono dan Tumenggung Mojoroto. Kuburan ketiganya berada di puncak bukit Mas Kumambang. Pemkot Kediri telah membangun tangga cor menuju puncak Mas Kumambang.


Mengapa cuma membangun sebuah goa batu alam dibandingkan tigaratus tahun sebelum itu telah berdiri Candi Borobudur yang megah di Jawa Tengah?
Diperkirakan Goa Selomangleng merupakan bagian dari bukit Mas Kumambang (emas terapung), akan tetapi kemudian dipisahkan oleh jalan melingkari bukit tersebut, sehingga goa itu dapat dicapai dari dua jurusan.
Jika kita mendaki bukit Klotok itu lurus saja tepat setelah menempuh sekitar dua kilometer ke arah puncak bagian tengah, kita dapat menjumpai dan menemukan petilasan Dewi Kilisuci, tepat di sisi air terjun kecil mengalir ke bawah, menjadi sungai kecil. Dewi Kilisuci merupakan salah seorang anak Prabu Erlangga atau Airlangga yang bertakhta di Kediri pada 1035.

Petilasan Prabu Jayabaya yang dikenal sekarang di desa Mamenang atau Pamenang kec. Pagu berada sekitar enam kilometer ke arah timur pusat kota Kediri berada di kawasan kaki gunung Kelud.

Pusat kerajaan Kediri diperkirakan berada di sekitar Goa Selomangleng, ada sebuah daerah Boto Lengket yang sekarang dijadikan markas Brigif (Brigade Infantri) XVI. Di lokasi Boto Lengket dekat desa Bujel itu tanpa sengaja telah ditemukan batu-batu bata berukuran besar terpendam dalam tanah yang mungkin merupakan bekas bahan pondasi bangunan. Menurut Babad Kadhiri, “Negara Daha sing dumunung ing sisih kulone Kali Brantas, ing wetane Desa Klotok lan Geneng banjur salin aran dadi negara Kediri,” (terjemahan bebas kurang lebih, “Kerajaan Daha yang berkedudukan di sisi sebelah barat Sungai Brantas, dan berada di sebelah timur Desa/Gunung Klotok dan Desa Geneng maka di kemudian hari berganti sebutan menjadi Kerajaan Kediri,”) ada keccokan wilayah sekitar Boto Lengket, Desa Bujel yakni lokasinya berada di antara gunung Klotok dan Sungai Brantas sebagai lokasi pusat kraton Kediri. Penemuan itu belum pernah dipublikasikan, karena masih bersifat penemuan pribadiDiperkirakan tepat di markas Brigif XVI yang baru dibangun dalam dua tahun terakhir, itulah letak pusat Kerajaan Kediri di masa pemerintahan Prabu Sri Aji Jayabaya.

Dari segi strategi perang, maka lokasi itu sangat strategis untuk medan pertahanan dari serangan musuh. Letaknya berada di antara bukit-bukit yang berhutan lebat di masa lalu, cocok untuk berlindung sementara bila diserang musuh. Dan untukmengundurkan diri dari serangan besar-besaran dapat masuk hutan di kaki bukit Klotok. Ditambah lagi pada masa silam, dari puncak bukit Mas Kumambang seorang prajurit dapat mengawasi pelabuhan dan seluruh kota Kediri, sekaligus memberikan isyarat kedatangan musuh yang menyerang dari sungai atau dari daratan.

Memang benar-benar strategis tempat itu dalam strategi perang kuno.
Di sekitar daerah hipotesis kraton di bagian sebelah utara kawasan itu terdapat sumber mata air yang sampai hari ini tidak pernah kering sekalipun kemarau panjang.

Demi efektifnya roda pemerintahan maka lokasi kraton itu tidak begitu jauh dari pelabuhan hipotesis Bandar. Tatkala tamu kehormatan kerajaan datang melalui sungai brantas, perjalanan tidak begitu jauh untuk sampai tujuan di Keraton Kediri.


Sekelumit cerita di MISTERI Gunung Klothok dan Selo Bale tempat pertapaan Dewi Kili Suci, semoga menambah Wawasan pendukung explorasi Peradaban Nuswantara: Babat Kadhiri menyebut sekilas mengenai perilaku orang Kediri yang meniru-niru laku Dewi Kilisuci, akan tetapi sayangnya meniru dalam fasal adigang, adigung, dan adiguna, baik kaum wanitanya maupun kaum prianya. Konon terdapat kutukan pada kerajaan Kediri tatkala terlibat dalam peperangan dengan musuh sebagai berikut, “Jika pasukan Kediri menyerang musuh di daerah lawan lebih dulu akan selalu memenangkan pertempuran, akan tetapi sebaliknya jika musuh langsung menyerang ke pusat kerajaan Kediri lebih dulu maka musuh itu akan selalu berhasil memperoleh kemenangan yang gemilang.” Barangkali karena kutukan itulah konon para presiden Republik Indonesia selalu menghindari untuk singgah ke kota Kediri dalam setiap perjalanan di wilayah Jawa Timur. Mungkin tatkala sedang singgah di kota Kediri mereka beranggapan akan mudah diserang oleh musuh atau lawan politiknya.

Berkaitan turun takhtanya Sri Baginda Erlangga atau Airlangga sejarah kemudian mencatat atas perintah baginda maka kerajaan dibagi dua oleh Mpu Bharada, dan masing-masing bagian kerajaan, Daha dan Jenggala, dipimpin oleh putra dari selir Erlangga.

Sebuah pengalaman singkat mengunjungi situs pertapaan Dewi Kilisuci pada 1990-an selama beberapa minggu, maka siapa pun yang beruntung tatkala mengunjungi goa batu alami di punggung gunung Klotok sebelah Timur segaris lurus dengan Goa Selomangleng akan menjumpai seorang pertapa sepuh berusia delapan puluhan. Tampilannya biasa saja seperti petani, ia tidak mengenakan apapun selain celana panjang dan baju safari, pakaiannya itu pun tampak sudah tua. Ia seorang diri berada di tengah hutan belantara Klotok yang masih cukup lebat di masa itu. Air terjun di mulut goa tak henti mengalirkan air jernih dari sumber mata air berupa bebatuan cadas di punggung gunung itu.

Pertapa itu berambut putih, bertubuh langsing, wajahnya tampak berseri-seri. Ia tidak banyak bicara apalagi jika tidak ditanya oleh orang yang beruntung dapat menjumpainya di goa Selobale tersebut.

“Bapak tinggal sendirian di sini sedang melakukan apa?”
“Saya hanya menjaga tempat ini atas dawuh susuhunan kraton Solo. Karena kami dari kraton Solo menganggap di sinilah tempat pertapaan Dewi Kilisuci yang sebenarnya, dan bukan di Goa Mangleng di bawah sana maupun di tempat lainnya, Selomangleng itu hanya sebuah museum belaka,” katanya penuh keyakinan.


Selasa, 08 Juli 2014

2 Gua megah ini menyimpan karya seni tertinggi India kuno


Ajanta dan Elllora merupakan dua gua bersejarah di India yang dibuat dengan cara melubangi dan memahat tebing. Kedua situs sejarah ini terletak di distrik Aurangabad, Maharashtra. Walaupun keduanya berjarak sekitar 100 kilometer, menurut Amusing Planet dua gua tersebut sering disebut sebagai satu kesatuan sebab dua-duanya merupakan bukti dari pencapaian orang India kuno dalam kesenian. Gua Ajanta dipenuhi lukisan-lukisan indah yang menceritakan legenda atau mitos kuno, sementara Ellora menampilkan pahatan dan seni arsitektur yang menakjubkan dengan perpaduan kebudayaan Hindu-Buddha dan Jainisme.

Gua Ajanta terkenal karena 30 patung Buddha yang berasal dari abad 2 SM sampai tahun 480 atau 650 Masehi. Di gua tersebut terdapat lukisan-lukisan dan patung kuno yang menurut Wikipedia digambarkan badan Survei Arkeologi India sebagai contoh terbaik dari seni India. Lukisan-lukisan di sana menggambarkan seni keagamaan Buddha. Ada juga yang menampilkan kisah Jataka. Situs ini adalah sebuah monumen yang dilindungi dalam perawatan Survei Arkeologi India dan menjadi bagian Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1983.







Sementara Ellora adalah situs arkeologi yang dibangun oleh dinasti Rashtrakuta. Situs ini juga menjadi bagian dari Situs Warisan Dunia. Ellora terkenal karena seni arsitekturnya yang luar biasa. Di situs itu terdapat 34 ceruk gua yang digali dari wajah bukit Charanandri. Gua-gua yang dibangun antara abad 5 dan abad 10 ini sempat berfungsi sebagai tempat peribadatan Buddha, Hindu, dan Jain, menunjukkan kerukunan umat beragama dalam periode sejarah India.





Gua-gua tersebut dianggap mewakili tingginya jiwa seni dan kebudayaan orang-orang India pada zaman dahulu. Keduanya sempat terbengkalai selama kurang lebih 300 tahun, saat warga India kuno berpindah keyakinan ke agama Hindu. Gua-gua itu kemudian dilestarikan atas perintah Kaisar Harishena dari Dinasti Vakataka.Tetapi sepeninggal sang kaisar pada tahun 477 Masehi dua gua tersebut kembali terbengkalai. 1.000 tahun lebih terlewat ketika John Smith, seorang pejabat Inggris saat pendudukan India menemukannya kembali pada 28 April 1819. Sejak itu situs Gua Ajanta dan Ellora terus dirawat dan dipelihara.


source

Jumat, 04 Juli 2014

Jejak Sains Indonesia yang Diakui Dunia

Tak banyak yang tahu bahwa ilmuwan-ilmuwan Indonesia juga turut serta menyumbang pemikiran bahkan penemuan-penemuan penting yang berdampak pada kemajuan dunia. Untuk mengapresiasinya, Indonesia Berprestasi bermaksud membuat ulasan singkat mengenai beberapa penemuan yang dimaksud
Teori 23 kromosom



Dr. Joe Hin Tjio, seorang ahli Cy****netics asal Indonesia menemukan fakta bahwa kromosom manusia berjumlah 23 buah. Melalui penelitian di laboratorium Institute of Genetics of Sweden’s University of Lund, temuannya berhasil mematahkan keyakinan para ahli genetika bahwa jumlah kromosom adalah 24 buah. Ia berhasil menghitung jumlah kromosom dengan tepat setelah menyempurnakan teknik pemisahan kromosom manusia pada preparat gelas yang dikembangkan Dr. T.C. Hsu di Texas University, AS.


Pondasi Cakar Ayam


Teknologi ini ditemukan oleh Prof. Dr. Ir. Sedijatmo ketika ia sebagai pejabat PLN diminta mendirikan 7 menara listrik tegangan tinggi di daerah rawa-rawa Ancol, Jakarta. Pondasi yang dibuatnya ternyata mampu mengurangi hingga 75% tekanan pada permukaan tanah di bawahnya dibandingkan dengan pondasi biasa. Pondasi cakar ayam ini kemudian digunakan di Bandara Juanda, Surabaya yang memungkinkan landasan menahan beban hingga 2.000 ton atau seberat pesawat super jumbo jet. Selain di Indonesia teknologi yang sudah dipatenkan ini juga digunakan di 9 negara lain, seperti Jerman, Inggris, Perancis, Italia, Belgia, Kanada, AS, Belanda.

Ketela Pemadam Api



Ketika sedang melakukan uji coba menggunakan cairan pelumas berbahan kulit ketela pohon di Queen Marry College-London University, Inggris, Randall Hartolaksono menemukan teknologi untuk memadamkan api secara efektif dan ramah lingkungan. Ketika itu, cairan buatannya tidak sengaja tumpah dan memadamkan api yang sedang menyala. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata diketahui bahwa cairan tersebut jika terkena panas akan mengeluarkan uap yang dapat menyerang api. Kini temuannya digunakan di berbagai perusahaan pertambangan di penjuru dunia sebagai solusi untuk mengatasi kebakaran

Pesawat CN-235



Adalah pesawat dengan mesin turbo propeller hasil kerjasama Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) dengan CASA asal Spanyol. Pesawat ini mampu mengangkut 2 pilot hingga 45 orang penumpang dengan kecepatan maksimal 509 km per jam dan jarak tempuh 796 km. Pesawat ini kemudian digunakan oleh berbagai maskapai penerbangan sipil dan militer di sejumlah negara di dunia

Kromatografi Tercepat



Di bawah bimbingan Profesor Toyohide Takeuchi di Universitas Gipu, Jepang, pada tahun 1998, Prof. Dr. Rahmiana Zein, yang saat itu sedang melakukan penelitian untuk disertasi doktor bidang kimia menemukan teknik kromatografi tercepat di dunia. Jika sebelum ini peneliti membutuhkan waktu antara 1.000 dan 100 menit untuk membedah senyawa kimia, teknik yang digunakan Rahmiana Zein mampu mendiagnosis senyawa kimia dalam waktu kurang dari 10 menit.


Teknik Pengeringan Sperma



Teknik pengeringan – yang disebut sebagai evaporative drying – serta penyimpanan sperma dalam ruangan bertemperatur kamar ditemukan oleh Mulyoto Pangestu, seorang mahasiswa Indonesia yang sedang mengambil gelar Ph.D di Monash University, Australia. Uniknya, Mulyoto berhasil melakukannya menggunakan perlengkapan yang dapat ditemukan dengan mudah dan murah. Penemuannya ini dipatenkan di Australia dan menjadi milik Monash University. Akan tetapi, Mulyoto tetap tercatat sebagai penemunya.


Persamaan Helmholtz



Persamaan matematika ini berhasil dipecahkan oleh Yogi Ahmad Erlangga, dosen ITB asal Tasikmalaya. Ketika memecahkan rumus tsb, Yogi sedang menempuh program Ph.D di Delft University of Technology, Belanda. Persamaan Helmholtz yang berhasil dipecahkannya, membuat banyak perusahaan minyak dunia gembira. Pasalnya, dengan rumus temuan Yogi itu mereka dapat lebih cepat dalam menemukan sumber minyak di perut bumi. Rumusnya juga bisa diaplikasikan di industri radar, penerbangan, dan kapal selam.


Pemindai 4 Dimensi
Electrical Capacitance Volume Tomography ditemukan oleh Dr. Warsito Purwo Taruno dan dipatenkan secara internasional. ECVT merupakan teknologi yang menggunakan sensor medan listrik statis yang bisa menampilkan gambar 4 dimensi dari tingkah laku gas dan partikel di dalam reaktor tertutup. Teknologi ECVT ini diperkirakan dapat mengubah drastis perkembangan riset dan teknologi di berbagai bidang, mulai dari energi, proses kimia, kedokteran, hingga nano-teknologi.


Sistem Telekomunikasi 4G berbasis OFDM


Bersama koleganya, Khoirul Anwar, alumni ITB kelahiran Kediri ini merombak pakem efisiensi alat komunikasi. Ia mematenkan temuannya seputar sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Atas karyanya, Khoirul Anwar mendapat penghargaan pada 2010, dari Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference (IEEE VTC), Taiwan.


source

Kamis, 03 Juli 2014

Tradisi unik suku Uru yang tinggal di pulau terapung


Jika berkunjung ke danau Titicaca yang berada di perbatasan Peru dan Bolivia, Anda akan menemukan pulau-pulau terapung yang terbuat dari jerami. Pulau yang dinamakan Uros ini merupakan pemukiman yang jadi bagian dari warisan budaya prasejarah suku Uru, suku yang nenek moyangnya bisa ditelusuri sampai zaman Pra-Inca. Setidaknya ada sekitar 2.000 warga suku Uru yang mendiami 44 Uros di Danau Titicaca. Uros ini terbuat dari sejenis alang-alang bernama totora yang hanya bisa ditemui di Danau Titicaca dan Pulau Paskah.

Menurut Wikipedia, dulunya pemukiman yang dibangun di tengah ini difungsikan sebagai tempat tinggal sekaligus benteng pertahanan yang mudah dipindah-pindahkan. Jika musuh mendekat, penduduk suku tinggal melarikan diri bersama dengan rumah mereka. Sampai sekarang suku Uru masih mempertahankan tradisi tinggal di pemukiman terapung ini. Penduduk suku Uru menjalankan hampir seluruh aktivitas di atas Uros. Meskipun bahan pembuatannya sangat sederhana ternyata fasilitasnya cukup lengkap. Ada rumah-rumah untuk setiap keluarga, sekolah, dan bahkan ada stasiun radio. Hampir keseluruhan bangunan dibuat dari jerami totora. Suku Uru juga membuat perahu dari bahan yang sama.



Menurut penduduk Uru seperti dikutip Go South America, rumah yang terbuat dari totora itu juga bisa menjaga mereka tetap hangat, sehingga mereka terlindung dari perubahan cuaca yang ekstrem. Tumpukan totora yang membusuk juga bisa dimanfaatkan untuk bertanam kentang dan sayuran lain.




Selain itu, berkat konsep rumah tinggal yang unik itu, penduduk Uru yang mata pencahariannya adalah memancing ikan dan bercocok tanam sederhana jadi bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjual rajutan serta berbagai kerajinan tangan lain kepada turis yang berkunjung ke pulau mereka.

Rabu, 02 Juli 2014

Fakta penting tentang varises vena


Varises vena adalah pembuluh darah vena yang membesar dan terlihat hingga keluar kulit. Biasanya varises vena terlihat seperti pembuluh darah menonjol yang berwarna biru, merah, atau berwarna sama dengan daging. Terkadang varises vena terlihat seperti memelintir seperti kabel.

Kebanyakan varises vena terdapat pada bagian paha atas atau kaki. Pada wanita, varises vena bisa muncul saat hamil dan bisa terbentuk pada sekitar vagina atau pantat. Biasanya varises vena disebabkan oleh pembuluh darah yang rusak atau lemah. Kebanyakan orang akan ketakutan ketika melihat adanya varises vena pada tubuh mereka.

Yuk kenali lebih jauh tentang varises vena dengan melihat fakta-faktanya berikut ini, seperti dilansir oleh Mag for Women.

1. Pembuluh darah arteri memompa oksigen dan darah dari jantung ke seluruh tubuh dan pembuluh darah vena akan membawanya kembali ke jantung. Ketika otot bekerja, pembuluh vena akan tertekan dan mendorong darah ke jantung, melawan gravitasi. Namun ketika dorongan pada pembuluh darah melemah, darah akan berkumpul karena tertarik oleh gravitasi dan membuat pembuluh darah vena menjadi lebih besar. Hal ini juga yang menyebabkan varises vena.

2. Pembuluh darah vena bisa melemah dan tidak bekerja dengan baik setelah bertahun-tahun. Jika Anda memiliki sejarah keluarga dengan varises vena dan terlahir dengan varises vena, ini bisa meningkatkan risiko terkena varises vena. perubahan hormon pada wanita saat puber, hamil, atau menopause juga bisa memicu terjadinya varises vena. Begitu juga dengan mengonsumsi pil KB dan obat lain yang mengandung tingkat estrogen yang tinggi. Varises vena juga bisa disebabkan oleh banyaknya darah yang harus disalurkan pembuluh darah saat hamil. Tekanan yang terlalu besar pada rahim akan menyebabkan varises vena.

3. Varises vena juga bisa disebabkan oleh kelebihan berat badan. Berat badan yang berlebihan akan menambah tekanan pada jantung dan pembuluh darah. Ini akan mempersulit tubuh untuk menyalurkan darah. Begitu juga dengan kurang olahraga atau aktivitas fisik yang bisa memperbesar pembuluh darah. Duduk terlalu lama atau tidak menggerakkan kaki dalam waktu yang lama juga bisa menyebabkan varises vena.

4. Jika Anda memiliki kulit yang berwarna terang, tipis, dan sensitif, kemungkinan terlalu banyak terpapar sinar matahari juga bisa menyebabkan munculnya varises vena dari hidung dan pada wajah.

5. Varises vena juga bisa memicu terjadinya penggumpalan darah pada vena. Ini terjadi ketika darah menggumpal dan menyumbat pembuluh vena. Penggumpalan darah semacam ini bisa menyebabkan serangan jantung. Pada kasus yang langka, Anda bisa kehilangan rasa pada kaki dan bisa juga berujung pada amputasi. Untuk itu, Anda disarankan untuk sering bergerak dan tidak menekuk kaki atau tidak menggerakkannya dalam jangka waktu lama.

Itulah beberapa fakta tentang varises vena yang harus diketahui. Varises vena dalam banyak kasus bisa jadi tidak berbahaya. Namun tak ada salahnya diperiksakan ke dokter jika Anda mulai merasa ada gangguan kesehatan pada bagian tubuh yang memiliki varises vena.



Selasa, 01 Juli 2014

Sejarah Bencana yang Menenggelamkan Majapahit di Kitab Pararaton




Secara geologi, wilayah Majapahit berdiri di atas suatu kawasan rawan bencana geologi berupa letusan gunungapi, gempa, gunung lumpur, dan banjir. Pada masa Singasari dan Majapahit, bencana-bencana ini pernah terjadi melanda dua kerajaan tersebut, seperti tercatat di Kitab Pararaton. Penggalian arkeologi masih berlangsung dan telah menemukan beberapa lapisan bangunan Majapahit dan yang lebih tua yang terkubur lumpur lempung dan/atau sebagian material volkanik. Hal ini mengindikasi bahwa pada masanya peristiwa alam seperti letusan gunungapi atau gununglumpur pernah melanda area Majapahit.



Kitab “Pararaton” yang ditulis seorang penulis tak dikenal pada tahun 1535 Saka (1613 M) walaupun ditulis pendek saja (sekitar 250 baris kalimat pada daun lontar) ternyata di sana sini memuat berita kejadian-kejadian bencana geologi (banyu pindah, gunung anyar, gunung jeblug, lindu) di area Kerajaan Singasari dan Majapahit di sekitar Kediri sampai Delta Brantas sekarang. Kitab ini memang kronik sejarah para raja yang pernah memerintah di Kediri, Singasari, dan Majapahit; dari asal-usul Ken Angrok -pendiri Singasari 1144 Saka sampai Kertabhumi -raja terakhir berdaulat Majapahit 1400 Saka.

Pararaton adalah kitab kuno. Isinya bukan hanya kisah yang sarat intrik, tetapi juga gagasan tentang bagaimana kekuasaan direbut, dikelola, dan dipertahankan, termasuk peristiwa-peristiwa geologi di sekitarnya. Beberapa peristiwa tersebut disebutkan di bawah ini (Komandoko, 2008). Gunung baru yang dimaksud di bawah adalah gunung lumpur.



Bab 8
….Ada peristiwa gunung meletus, yakni gunung Lungge pada tahun api-api-tangan-satu, atau tahun 1223 Saka. (api-api-tangan-satu adalah “sengkalan” – chronowords yang sudah diterjemahkan dari bahasa Kawi ke bahasa Indonesia). Bab ini adalah periode pemberontakan Sora-Nambi-Ranggalawe kepada Jayanegara, raja kedua Majapahit.

Bab 9
….Kemudian tahun guntur-pabanyu-pindah, atau tahun 1256 Saka. Bab ini adalah periode Gajah Mada menjadi mahapatih.

Bab 10
….Selanjutnya terjadi peristiwa gunung baru pada tahun ular-liang-telinga-orang, atau tahun 1298 Saka. Lalu terjadi peristiwa gunung meletus pada tahun pendeta-sunyi-sifat-tunggal, atau tahun 1307 Saka. Bab ini adalah periode pemerintahan Hayam Wuruk.

Bab 11
….Lalu terjadi peristiwa gunung meletus di dalam minggu pada tahun muka-orang-tindakan-ular,atau tahun 1317 Saka. Bab ini saat Wikramawardhana (Hyang Wisesa) jadi raja di Majapahit.

Bab 12
….Selanjutnya terjadi peristiwa gunung meletus di dalam minggu Julung-pujut, pada tahun tindakan-kitab suci-sifat-orang, atau tahun 1343 Saka. …Lalu terjadi peristiwa masa kekurangan makan yang sangat lama pada tahun ular-zaman-menggigit-orang, atau tahun 1348 Saka. Bab ini saat Sri Ratu Batara Istri (Dewi Suhita) memimpin Kerajaan.

Gunung Lumpur di Jawa Tengah sampai Jawa Timur:
LETUSAN GUNUNG API DAN BANJIR GUNUNG LUMPUR
PADA MASA MAJAPAHIT 

Secara geologi, wilayah ibukota Majapahit berada di dua kawasan yang rawan: (1) bencana gunungapi dan (2) bencana gunung lumpur.

Ke sebelah selatan-tenggara Trowulan terdapat gunung-gunungapi: Kelud, Anjasmoro-Welirang-Arjuno. Dalam sejarah, juga sampai kini gunung-gunungapi ini aktif dan belum mati. Kitab Pararaton mencatat berkali-kali terjadinya letusan gunungapi selama masa Singasari dan Majapahit. Sampurno (1983, lihat Daldjoeni, 1992) menunjuk letusan gunungapi dari kompleks gunung Anjasmoro,Welirang, dan Arjuno 25 km di sebelah tenggara Majapahit sebagai kemungkinan penyebab bencana yang melanda Majapahit dan tercatat dalam babad ”Guntur Pawatugunung”.


Aliran piroklastika dari kompleks gunungapi ini diperkirakan melalui kali Gembolo dan anak-anak sungai Brantas menuju utara dan baratlaut. Aliran longsoran piroklastika juga bisa berasal dari wilayah Gentonggowahgede di lereng gunungapi melalui lembah Jurangcelot menghambur ke daerah Jatirejo dan berakhir di wilayah pusat kerajaan Majapahit. Longsoran itu dapat diawali oleh gempa hebat dan banjir sungai besar. Sampurno (1983) menyatakan bahwa Kerajaan Majapahit seakan-akan lenyap segalanya pada suatu saat dihancurkan oleh suatu bencana hebat.

Majapahit pun terletak di tepi suatu kawasan dalaman geologi (depresi) bernama Dalaman Kendeng yang terkenal banyak memunculkan gunung-gunung lumpur di seluruh areanya (Satyana, 2007). Dalaman Kendeng memanjang di sebelah utara Pulau Jawa dari sekitar sebelah selatan Semarang melebar ke Solo, lalu memanjang ke sebelah timur sampai Surabaya melebar ke Pasuruan termasuk sepanjang Selat Madura. Di dalaman yang mengalami penurunan dengan cepat ini, sedimen sangat tebal berumur muda yang diendapkan dengan cepat. Karena diendapkan dengan cepat, sedimen yang diendapkan tidak pernah mengalami proses pembatuan yang sempurna, atau dikatakan sedimen itu tidak mengalami kompaksi sempurna.

Gunung lumpur selain meletuskan lumpur dan batu, ia juga meletuskan air panas dan gas hidrokarbon (misalnya gas metana) maupun gas nonhidrokarbon seperti CO2. Karena ada gas hidrokarbon, maka kemungkinan dapat terbakar sangat besar, sehingga sebuah letusan gununglumpur dapat berbahaya. Bahaya selanjutnya adalah wilayah letusan gununglumpur kemudian akan mengalami penenggelaman karena materi lumpur dan batuan yang telah diletuskannya menyebabkan kekosongan massa di bawah sehingga daya dukung tanah hilang dan area akan tenggelam/runtuh.

Majapahit terletak di tepi selatan Dalaman Kendeng. Dalaman Kendeng ini juga secara termal relatif lebih panas karena terletak dekat dengan jalur gunungapi Jawa. Panas ini akan lebih meningkatkan mobilitas sedimen tidak kompak yang diendapkan di Dalaman ini. Dalaman Kendeng yang memanjang barat-timur ini pun tertekan secara kuat tegak lurus dari arah selatan ke utara oleh gaya geologi akibat penekanan kerak Samudera Hindia terhadap Pulau Jawa. Maka retakan-retakan berupa patahan/sesar mudah terbentuk di Dalaman Kendeng, yang akan menyebabkan sedimen tak kompak menemukan jalannya untuk mencuat ke atas sampai permukaan dan jadi gunung lumpur. Telah banyak gunung lumpur terjadi di Dalaman Kendeng ini, misalnya Bledug Kuwu, yang meletus sampai sekarang, Sangiran yang meletus ratusan ribu tahun yang lalu, atau LUSI (Lumpur Sidoarjo) yang terus meletus dari tahun 2006, bahkan di dasar laut Selat Madura.



Senin, 30 Juni 2014

Hutan paling indah di seluruh dunia


Hutan adalah area yang ditumbuhi pepohonan dan tumbuhan-tumbuhan lainnya. Hutan merupakan bagian penting dari ekosistem. Selain berfungsi sebagai paru-paru dunia yang menyediakan cadangan air dan oksigen, hutan juga menjadi habitat bagi flora dan fauna. 

Hampir 10 persen dari seluruh bagian bumi terdiri dari hutan. Di setiap negara terdapat hutan yang jenisnya bermacam-maca. Ada hutan hujan tropis, sabana, maupun hutan pinus dan cemara yang menjadi karakteristik hutan di daerah beriklim dingin seperti Eropa dan Amerika. Beberapa wilayah hutan dilindungi pemerintah sebagai kawasan konservasi, sementara sebagian lagi dijadikan kawasan wisata karena pemandangannya yang indah.

Berikut ini adalah 5 hutan dengan kondisi alam paling indah yang terdapat di berbagai belahan dunia. Kami rangkum dari berbagai sumber untuk Anda SELENGKAPNYA >>>

Minggu, 29 Juni 2014

Struktur megah yang dibangun oleh satu orang


Gedung, monumen, dan jembatan beberapa jenis struktur buatan manusia. Struktur-struktur ini dibangun manusia dengan memanfaatkan teknologi. Umumnya dibutuhkan sebuah perencanaan terperinci, arsitek, dan para pekerja untuk mewujudkan ide sebuah bangunan. Tetapi di dunia ini ada beberapa bangunan yang tidak dibuat dengan pakem arsitektur. Seperti lima bangunan yang dikutip dari Listverse berikut. Semuanya menakjubkan dan keseluruhannya dibangun oleh satu orang saja. Mulai dari perancangan hingga pembangunan dikerjakan seorang diri.

Dari Gua Katedral Ra Paulette hingga Kastil Koral di Amerika Serikat, berikut ini kami sajikan 5 struktur megah yang dibangun oleh satu orang saja SELENGKAPNYA >>>

Sabtu, 28 Juni 2014

Legenda Gunung Sepikul & kisah pembuatan Candi Prambanan


Kisah Raden Bandung Bondowoso, sang pangeran gagah sakti mandraguna asal Kerajaan Pengging yang dulu membangun Candi Prambanan di Jawa Tengah ternyata masih meninggalkan bukti sejarah di masa kini. Bukti sejarah itu, salah satunya Gunung Sepikul, sekitar 20 kilomter arah selatan Kabupaten Sukoharjo.

Konon putra mahkota Prabu Damar Maya dari Kerajaan Pengging itu, suatu saat terpikat dengan putri nan cantik dari Kerajaan Baka yakni Rara Jonggrang. Kerajaan Baka adalah tempatnya para raksasa yang dipimpin oleh Prabu Baka. 

Prabu Baka memiliki pembantu setia bernama Patih Gupala. Mereka berasal dari bangsa raksasa yang gemar memakan manusia. Meski memiliki kerajaan yang subur dan makmur, tapi tak menyurutkan niat Prabu Baka untuk memperluas kekuasaannya.

Prabu Baka pun berusaha keras untuk menaklukan kerajaan Pengging, tempat Bandung Bondowoso tinggal. Untuk mewujudkannya, Prabu Baka turut serta mengajak Patih Gupala melatih balatentara untuk mempersiapkan perang habis-habisan melawan Bandung Bondowoso.

Sang raja raksasa itu mengumpulkan biaya perang dari hasil pajak dari rakyat. Setelah semua persiapan matang, Prabu Baka dan tentaranya langsung menabuh genderang perang. Pertempuran antara balatentara Kerajaan Baka melawan Pengging meletus.

Balatentara Kerajaan Baka langsung menyerbu Pengging. Pertempuran meletus di kerajaan Pengging. Banyak korban berjatuhan. Demi mengalahkan pasukan Raja Baka, Prabu Damar Moyo mengutus Bandung Bondowoso bertempur melawan musuhnya. Strategi Prabu Damar cukup sukses. Raja Baka akhirnya tewas di tangan Bandung Bondowoso.

Singkat cerita, kesuksesan Bondowoso yang mengalahkan Raja Baka pun sampai ke telinga Rara Jonggrang. Mendengar ayahnya dikalahkan dan kerajaannya takluk kepada Pengging, membuat Rara Jonggrang syok dan meratapi kematian ayahnya. 

Setelah kerajaan Baka jatuh ke tangan Kerajaan Pengging, Bandung Bondowoso langsung menyerbu masuk ke Istana Baka. Dan saat melihat Rara Jonggrang, seketika Bandung Bondowoso terpikat hatinya oleh kecantikan Jonggrang. Bondowoso akhirnya melamar Rara Jonggrang tapi ditolak oleh yang bersangkutan. Setelah terus-menerus dipaksa, Rara Jonggrang akhirnya bersedia dinikahi Bondowoso asalkan sang pangeran bisa membuatkan sumur bernama sumur Jalatunda.

Dibantu dengan kesaktiannya, Bandung Bondowoso yang menyanggupi syarat pertama bergegas membuat sumur Jalatunda. Dengan cepat, sumur itu selesai dibuatnya. Melihat hal itu, Rara Jonggrang kaget. Tapi dia buru-buru mengajukan syarat kedua. Yakni menyuruh Bandung Bondowoso untuk membangun seribu candi untuknya. Meskipun berat dan sulit dipenuhi, namun pantang bagi Bandung Bondowoso untuk menolak.

Pangeran Bondowoso yang sakti mandraguna tersebut, mengeluarkan ilmu saktinya dengan berbagai lelakon. Bersemedi, bertapa hingga mengerahkan makhluk halus seperti jin, setan dari bumi juga dilakukannya agar pembuatan seribu candi yang sudah mencapai 999 buah bisa selesai. 

Konon kabarnya, saat dia melewati perbatasan Jawa Tengah dan DIY tepatnya di Desa Gentan Kecamatan Bulu Kabupaten Sukoharjo, satu batu dalam pikulan yang dibawa Bondowoso ternyata jatuh dan tertinggal di situ. Keinginan menyelesaikan seribu candi pupus. Sebagai gantinya, Rara Jonggrang dijadikan candi keseribu.

Sampai sekarang, bagi warga setempat maupun pengendara yang lewat di jalan raya sekitar Kecamatan Bulu masih bisa melihat tanah sepikul yang ditinggalkan Bandung Bondowoso. Hal itu karena batu sepikul itu kini berubah menjadi gundukan tanah yang besar menyerupai gunung yang biasa disebut dengan Gunung Sepikul.

Bagi para pecinta alam, Gunung Sepikul cukup dikenal. Ya, berkat Bondowoso kabupaten berslogan Makmur itu sekarang memiliki daya tarik sendiri bagi wisatawan.



Jumat, 27 Juni 2014

Kastil Spektakuler dari Skotlandia


Dalam sebuah dongeng, kastil selalu menjadi bagian di dalamnya. Menara yang tinggi, parit di sekelilingnya, hingga pemandangan yang indah selalu tersaji menjadi gambaran sebuah kastil. Bangungan ini menjadi bagian yang tak terpisahkan.

Di daratan Eropa sendiri, kastil menjadi adalah tempat para raja dan tokoh terkenal tinggal di eranya. Namun kini, banyak kastil yang berubah kegunaannya, baik itu menjadi tempat menginap berupa hotel atau ditinggalkan begitu saja.

Namun tidak dengan Skotlandia, di negara Eropa ini, banyak kastil yang masih terpelihara dengan baik. Bahkan sebagian lainnya digunakan untuk syuting sebuah film. Berikut 10 kastil indah dan masih terpelihara di Skotlandia yang kami lansir dari CNN:

1. Kastil Eilean Donan di Iverness-Shire


Kastil abad ke-13 inimenjadi salah satu kastil yang paling ikonik di Skotlandia. Letaknya di dataran tinggi, sehingga pemandangannya begitu indah. Pengunjung dapat melihat sejarah dan furniture di dalamnya, lengkap dengan artefak dan senjata yang saat itu digunakan.


2. Kastil Edinburg


Kastil yang terletak di pusat kota Edinburg ini menjadi kastil yang paling banyak dikunjungi. Bangunan kastil ini menjadi bangunan tertua di sana, dan bagian peninggalan abad ke-12. Dan wisatawan dapat dengan bebas mengunjungi kastil ini setiap tahunnya.


3. Kastil Culzean di Ayrshire


Kastil ini terletak di tebing pantai di Ayrshire, dan kerap dikaitkan dengan keluarga Kennedy selama berabad-abad. Kastil ini kerap menjadi bagian dari dongeng, karena struktur dan letaknya yang sangat mengesankan.


4. Kastil Ballindalloch di Banffshire


Sering disebut "mutiara dari utara", benteng abad ke-16 ini berada di jantung kota pembuat wiski, yaitu Speyside. Kastil ini dimiliki secara pribadi, dan pemiliknya merupakan keturunan dari pemiliknya terdahulu dan mereka telah tinggal selama beradad-abad.


5. Kastil Fraser di Aberdeenshire


Kastil ini pernah menjadi bagian dari film "The Queen" yang bintangi Helen Mirren. Kastil ini menjadi salah satu bangunan termegah dan romantis di negara ini. Dibangun sekitar tahun 1576-1636, kastil ini berdiri di lahan sekitar 300 hektar, lengkap dengan taman dan hutan buatan.


6. Kastil Stirling di Stirlingshire


Ini adalah salah satu kastil terbesar di Skotlandia, dan paling bersejarah berikut arsitekturnya. Bangsawan dan ksatria pada zamannya, sering pergi ke kastil ini untuk melihat properti mewah dan taman indan nan rumit.


7. Kastil Urquhart di Inverness-Shire


Kastil ini menjadi kastil yang paling sering dikunjungi setiap tahunnya. Kastil ini mempunyai peranan penting dalam kemerdekaan Skotlandia. Didirikan abad ke 13, kastil ini berada di danau yang cukup terkenal dengan penampakan Loch Ness.


8. Kastil Glamis di Angus


Struktur kastil ini memiliki popularitas tersndiri, karena pernah menjadi rumah bagi Ratu Elizabeth. Kastil ini didirikan dengan cukup megah di lahan seluas 14.000 hektar lengkap dengan kebun, pertanian dan hutan.


9. Kastil Inveraray di Argyllshire


Terletak di Skotlandia Barat, kastil ini memiliki interior yang menawan. Banyak pengunjung yang senang berada di sini, sambil menikmati teh dan menawarkan kehidupan bak raja. Benteng ini memiliki taman yang indah dengan di kelilingi perkebunan seluas 60.000 hektar.


10. Kastil Crathes di Aberdeenshire


Kastil dari abad ke 16 ini sangat erat kaitannya dengan prajurit Skotlandia. Menara hantunya menjadi wisata tersendiri bagi mereka yang berani berpetualang



source