Featured 1

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 2

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 3

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 4

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 5

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Kamis, 02 Oktober 2014

Mitos gaib yang meliputi Pantai Papuma, Jember


Pantai Pasir Putih Malikan atau yang lebih dikenal dengan nama singkatnya Papuma merupakan salah satu objek wisata yang jadi andalan wisata terbaru kota Jember, Jawa Timur. Pesona pantai yang masih terjaga serta keunikan batu-batu karang yang menjadi daya tarik utama Papuma menjadikannya sebagai lokasi wisata alam yang banyak diburu wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Seperti umumnya lokasi-lokasi wisata alam di Indonesia, pantai cantik ini tak lepas dari serangkaian mitos dan legenda yang meliputi sejarahnya. Mulai dari batu-batu karang misterius hingga rumor korban jiwa yang dikaitkan dengan ratu pantai selatan, berikut ini kami tampilkan 5 mitos gaib seputar Pantai Papuma, Jember.

Rabu, 01 Oktober 2014

BANDARA PALING UNIK DAN BERBAHAYA DI DUNIA

Bepergian menggunakan pesawat memang jauh lebih praktis dan juga menghemat waktu. Sekarang, traveling ke seluruh penjuru dunia bukan lagi hal yang mustahil. Ada banyak sekali objek wisata keren yang worth to visit, cukup naik pesawat beberapa jam, sudah sampai deh!

Dari ribuan bandara yang ada di dunia, tidak semuanya dalam kondisi ‘normal’ alias berada di tanah datar yang luas lho. Ada yang saking sempitnya lahan sampai landasannya hanya pendek sekali, salah-salah pesawatnya bisa menabrak Gunung. Tidak hanya satu, ada 10 bandara paling unik tapi juga berbahaya nih. Di mana saja itu?


1. BANDARA SVALBARD, 
KEPLESET SEDIKIT LANGSUNG MASUK SAMUDRA ES SUPER DINGIN


Sebagai salah satu negara yang terletak dekat di kutub Utara, tidak heran jika Norwegia memiliki alam yang indah dan juga bisa melihat Aurora Borealis dari dekat. Jika Anda ingin berkunjung ke salah satu pulaunya yang terletak di kawasan Samudra Arktik, maka Anda harus naik pesawat dan turun di Bandara Svalbard yang mendebarkan ini. Lihatlah, landasannya dikelilingi es dan salju, Pilotnya kepleset sedikit, pesawat bisa masuk ke dalam samudra yang dinginnya luar biasa.
Bandara ini merupakan salah satu bandara yang terletak di sisi paling utara bumi ini. Biasanya para turis yang ingin exploring yang datang ke Svalbard dan menikmati ‘uji nyali’ mendarat di landasan yang tidak jauh dari samudra es ini. Anda berani naik pesawat ke sana?


2. BANDARA INTERNASIONAL PRINCESS JULIANA, PESAWATNYA TERBANG DI ATAS KEPALA ANDA


Liburan ke pantai merupakan suatu kemewahan tersendiri bagi mereka yang tinggal di negara dengan suhu udara yang dingin. Simpson Bay, Saint Marteen merupakan salah satu destinasi favorit untuk menghabiskan musim panas dengan berjemur dan main di pantai. Selain airnya bersih juga Anda bisa menikmati pesawat terbang tepat di atas kepala Anda. Wow kok bisa?

Saint Marteen adalah sebuah pulau yang kecil sehingga jarak antara bandara dan pantai sangatlah dekat. Karena hal inilah, pesawat yang akan mendarat akan terbang sangat rendah saat melewati pantai. Banyak yang mengabadikan momen pesawat melintas di atas kepalanya ini lho. Wah wah kalau pesawatnya jatuh, bisa berabe ya!

Selasa, 30 September 2014

Cara Terbaik Mempercepat Komputer Windows



Berikut adalah tips cara mempercepat komputer khususnya windows 7. Tetapi berlaku juga untuk versi windows yang lain. Sehubungan dengan lambatnya kinerja sebuah sistem komputer, ini mungkin terjadi secara bertahap sehingga banyak yang tidak menyadarinya, sampai suatu hari membuka program atau file terasa lama, lambat, bahkan hang.

Mengatasi Kinerja Komputer-Laptop Lambat

Tidak peduli seberapa cepat atau mengkilapnya sebuah komputer/laptop, ketika masih baru tampaknya sangat cepat dan mengagumkan, tetapi pada satu waktu mungkin banyak pengguna yang mengalami lambatnya kinerja komputer.

Banyak sekali penyebabnya, tetapi apapun penyebabnya, ada banyak cara untuk membantu mempercepat komputer khususnya windows 7 dan membuat kinerjanya lebih baik. Seandainya saja terkena virus yang parah, disarankan lebih baik di install lagi windowsnya supaya bersih dari virus. Klik tautan berikut untuk install windows 7 dengan sempurna. Dibawah ini adalah beberapa tips ampuh untuk membantu mengoptimalkan windows agar lebih cepat.

Cara Mempercepat Loading pada saat Booting-Startup Windows

Banyak program yang dirancang untuk memulai secara otomatis ketika Windows dinyalakan atau loading startup, namun banyak sekali pengguna yang tidak mengetahuinya. Batasilah penggunaan program yang jarang atau tidak perlu digunakan saat startup. Pilihlah penggunaan program yang penting saat startup.

1. Klik ikon windows, dan ketikan "msconfig" (tanpa tanda kutip) pada kotak search, kemudian tekan Enter.


2. Pilihlah "Startup" pada menu tab paling atas.


3. Pilihlah atau hilangkan "check list" program-program yang tidak diperlukan pada saat dinyalakan komputer. Meskipun check list dihilangkan program tersebut masih tetap bisa dijalankan setelah masuk windows .


4. Sebagai pengalaman, selanjutnya pilih tab "Services" pada menu atas dan check list "Hide all Microsoft services" di bawah. Sama seperti langkah sebelumnya, pilih hanya program yang penting berjalan pada saat dinyalakan komputer.


5. Kemudian klik Apply dan OK, selanjutnya restart komputer sesuai petunjuk.


Optimalkan Kecepatan Windows dengan Disk Cleanup
Sebenarnya selama menggunakan komputer, ada riwayat tersendiri bagi windows dengan menyimpan "temporary files" yang telah digunakan. File yang tidak diperlukan ini tersimpan pada hard disk tanpa disadari oleh pengguna, mengambil ruang hard disk dan otomatis semakin lama semakin banyak sehingga dapat memperlambat komputer.

Disk Cleanup menghapus file-file sementara tersebut, termasuk mengosongkan Recycle Bin, menghapus berbagai file sistem dan item lain yang tidak diperlukan lagi. Ikuti petunjuk langkah-langkah berikut tentang cara melakukan Disk Cleanup.


1. Klik ikon windows, dan ketikan "disk cleanup" (tanpa tanda kutip) pada kotak search (sama seperti langkah diatas), kemudian tekan Enter , atau biasanya sudah terlihat diatasnya tinggal dipilih. Alternatif lain yaitu dengan cara Klik ikon windows - All Programs - Accessories - System Tools - Disk Cleanup.


2. Pada langkah ini pada dasarnya dapat di check list/ dipilih semua untuk dibersihkan, tetapi bisa juga dipilih hanya sesuai keinginan, rekomendasi pilih saja semua biar bersih :D. Klik OK untuk lanjut dibersihkan. Selanjutnya ada peringatan "Delete files". Klik saja Delete files dan tunggulah beberapa saat, kecepatannya tergantung spesifikasi komputer.



3. Disarankan untuk restart setelah Disk Cleanup dan rasakan perbedaannya.


Defragment Hard Disk Komputer Windows

Istilahnya Fragmentasi membuat hard disk melakukan pekerjaan tambahan yang dapat memperlambat komputer. Disk Defragmenter menata kembali data, file, software yang terfragmentasi sehingga hard disk komputer dapat bekerja lebih efisien, lebih terstruktur dan lebih cepat.

Perlu diketahui Disk Defragment ini sebaiknya dinonaktifkan saja otomatisnya, karena program ini sebenarnya sudah tersetting otomatis dari pembawaan windows, namun hal ini bisa memperlambat windows tanpa disadari. Jadi sebaiknya Disk Defragment di Manual saja seperti langkah berikut.

1. Klik ikon windows, dan ketikan "disk defragmenter" (tanpa tanda kutip) pada kotak search, kemudian tekan Enter, atau biasanya sudah terlihat diatasnya. Alternatif lain yaitu dengan cara Klik ikon windows - All Programs - Accessories - System Tools - Disk Defragmenter.


2. Seperti gambar diatas ada beberapa partisi Hard Disk yang mau di defragment, pilihlah windows yang sesuai, diatas ada windows XP soalnya saya pake 2 sistem windows dalam 1 komputer :D.

3. Klik Defragment disk pada Partisi Hard Disk sesuai pilihan. Rekomendasi cukup yang sistem windowsnya saja. Tunggulah beberapa saat tergantung dari spesifikasi komputer kecepatannya.
4. Terakhir jangan lupa setting Defragment disk ini manual saja. Diatas ada tombol Turn off schedule… Hilangkanlah check list sehingga fitur ini berfungsi manual.
5. Restart lagi biar yakin.

Pengaturan Kinerja visual effects Komputer windows

Jika Windows berjalan lambat, bisa mempercepatnya dengan menonaktifkan beberapa efek visual. Ini mungkin diperlukan jika memiliki spesifikasi komputer yang biasa, tetapi jika diatur lebih baik.

1. Klik kanan pada ikon Computer dan pilih Properties.


2. Pilihlah Advanced system settings sebelah kiri, selanjutnya klik settings.. 


3. Hilangkanlah check list pada fitur yang tidak diperlukan, yang sekiranya dapat memperlambat komputer atau mungkin bisa dilihat seperti punya saya pada gambar. Kemudian klik Apply atau OK.


Tampilan mungkin akan sedikit berubah, tetapi hal tersebut dapat mempercepat performa sebuah komputer - laptop dan bisa dirubah setiap saat kesemula untuk disesuaikan. Namun perlu diketahui agar komputer senantiasa terasa seperti baru, maka lakukan langkah-langkah diatas secara berkala, misalnya sebulan sekali. Selesai sudah, mudah-mudahan setelah langkah-langkah diatas dapat mempercepat komputer seperti baru lagi.



Senin, 29 September 2014

Para Ilmuwan Muslim

(Sumber: Http://www.muslimheritage.com/)

Kecerdasan mereka diakui dunia. Meski pusat pengetahuan Islam sempat dihancurkan balatentara.

Lima belas ribu prajurit bersiaga. Berseragam lengkap. Sudah siaga pula tombak, panah dan tameng melindung tubuh. Kuda-kuda itu masih menunggu kusir menghela ke titik pertempuran. Pada musim panas 1.257 itu, Baghdad seperti menjadi “gerbang kematian”.

Ribuan serdadu Mongol yang bersiaga di luar kota sebentar lagi menyerbu. Dengan kekuatan penuh. Dengan target jelas. Bukan saja membunuh, tapi juga menyudahi peradaban. Menamatkan sejarah. 

Baghdad yang berdiri di tepi barat Sungai Tigris itu, saat itu menjadi pusat peradaban Islam. Jalur transportasi sungai Tigris memudahkan kota itu menjadi pusat perdagangan. Para pedagang dari Tiongkok, India dan Afrika Timur bertemu di situ. 

Maju dalam perdagangan, Baghdad juga menjelma menjadi kota intelektual. Banyak karya besar Yunani diterjemahkan ke dalam bahasa Arab di sini, rumah sakit banyak didirikan dan juga pusat-pusat observatorium. Baghdad menjadi salah satu kota yang paling kosmopolit di dunia. Berbagai kerajaan nafsu merebut. 

Juga kerajaan Mongol, yang hari itu pasukannya bersiaga di luar kota itu. Pada masa itu, kekejaman pasukan Mongol sohor ke seluruh bumi. Keahlian berkuda dan kecermatan memanah merindingkan musuh. Sudah banyak kerajaan yang takluk dan ditaruh “di ketiak” mereka. 

Hulagu Khan, saudara dari Gengis Khan, ditunjuk menjadi pemimpin pasukan itu. Ribuan serdadu pasukan Mongol selangkah lagi merangsek ke gerbang Baghdad. Mereka membombardir tembok-tembok kota selama dua pekan. Berusaha menghadang sekuat tenaga. 13 Februari 1.258 pertahanan kota jebol. 

Pasukan Mongol merangsek masuk. Sepekan penuh Baghdad porakporanda. Bangunan perlambang era kejayaan hancur. Masjid, rumah sakit, istana megah sudah banyak yang jadi abu. Banyak institusi pendidikan yang dihancurkan. Era kemajuan peradaban Islam juga ikut terkubur.

Sejumlah perpustakaan sebagai sumber pengetahuan hilang tak bersisa. Ribuan buku dan lembaran kertas buah pikiran ilmuwan muslim dilempar ke Sungai Tigris. Saking banyaknya buku yang terbenam ke sana, air sungai Tigris digambarkan menjadi hitam pekat karena lunturan tinta-tinta dari ribuan buku.

Kehancuran perpustakaan Baghdad seolah menjadi genta kematian bagi pencapaian tertinggi keilmuan dunia Islam. Buku-buku dari karya ilmuwan ternama seperti Ibnu Sina, Musa al-Khawarizmi, al-Fazari dan Al-Farghani, hingga Ibnu Rusyid seperti menemui ajalnya, hilang dari khazanah pengetahuan dunia.

Masa Keemasan Islam

Jauh sebelum ribuan serdadu Mongol itu, Baghdad adalah kota pengetahuan yang pada masa itu menggeser peran Eropa. Tongkat estafet pengetahuan dunia, dari nama-nama besar pemikir Eropa seperti Aristoteles, Phytagoras, dan filsuf lain, seperti dilanjutkan para ilmuwan muslim di negeri Arab. Bahkan dikemudian hari, banyak karya besar ilmuwan muslim yang menjadi kiblat pemikir besar Eropa dan negara-negara lain di dunia.

Siapa yang tak kenal dengan Muhammad bin Musa al-Khawarizmi? Metematikawan muslim ini menjadi Bapaknya aljabar dan algoritma. Khawarizmi menangkap kekurangan sistem penomoran Yunani yang tidak mampu menerjermahkan matematika di level yang lebih maju. Khawarizmi kemudian menelurkan sistem angka 0-9 yang lazim disebut aljabar.

Tanpa karya Khawarizmi itu, manusia zaman modern mungkin takkan pernah mengenal komputer ataupun perangkat canggih lainnya yang, banyak menggunakan prinsip algoritma. Di bidang kedokteran, tersebutlah nama Ibnu Sina. Avicena, itulah sebutan dari bangsa Eropa untuk sang ahli muslim ini. Karya tulisnya telah menjadi rujukan dunia kesehatan bangsa Eropa hingga abad ke-18.

Lewat karyanya, yang telah diterjemahkan menjadi The Canon of Medicine, Ibnu Sina memperkenalkan metode karantina untuk membatasi penyebaran penyakit. Dia juga yang memulai metode penelitian medis, penanganan klinis, neuropsychiatry, analisis faktor risiko, hingga menelurkan hipotesa keberadaan mikroorganisme. 

Ibnu Sina juga mengadopsi teori yang menyebutkan penyakit bisa disebarkan lewat udara. Bukan itu saja, persoalan higienisitas, pengobatan sederhana dan kompleks, hingga teori tentang fungsi dari bagian tubuh juga dilahirkan Ibnu Sina.

Selain ilmu-ilmu berat, masa keemasan dunia Islam juga telah mampu menghasilkan penemuan-penemuan besar. Meski baru sebatas teori, buah pemikiran para teknokrat muslim di abad pertengahan ini kelak menjadi pijakan bagi ilmuwan atau penemu-penemu di era berikutnya. 

Sebelum dunia penerbangan mengenal nama Wright Bersaudara sebagai penemu pesawat terbang, dunia muslim sebetulnya telah mempunyai seorang astronom, sekaligus musisi dan engineerbernama Abbas Ibn Firnas. Pria inilah yang pertama kali berpikir sekaligus mencoba merancang mesin yang bisa terbang. 

Alkisah pada 852, Abbas mencoba lompat dari menara masjid di Kordoba menggunakan jubah longgar kaku yang dirangkai pada sebuah kayu. Mimpinya bisa terbang bak seekor burung. Sayang upayanya tak berhasil. 

Jubah yang dipakainya pelan-pelan jatuh dan menciptakan apa yang mungkin disebut parasut pada zaman modern. Abbas pun tersungkur dan mengalami cedera ringan. Namun kegagalan ini tak menyurutkan semangat Abbas. 

Di usia yang tak lagi muda (70 tahun), Abbas mencoba terbang lagi. Kali ini menggunakan bahan yang sudah disempurnakan berupa kain sutra dan bulu elang. Dari ketinggian sebuah gunung, Abbas kembali melompat. Kali ini, Abbas sukses mencapai ketinggian signifikan dan mampu bertahan sekitar 10 menit sebelum akhirnya mendarat dengan keras. 

Keberhasilan yang tertunda ini ternoda karena Abbas lupa menciptakan perangkat berupa ekor untuk membantunya mendarat. 

Meski tak sampai menciptakan sebuah pesawat terbang, Abbas telah menjadi ilmuwan muslim yang dikagumi dunia. Namanya diabadikan di Bandara Internasional Baghdad. Bahkan para astronot kemudian mengabadikan namanya dengan nama sebuah kawah di Bulan. 

Tiga ilmuwan besar muslim ini hanyalah sebagian kecil dari nama-nama pemikir, teknokrat, bahkan filsuf yang lahir di era kejayaan Islam. Masih ada nama-nama seperti al-Fazari dan al-Farghani yang termasyhur sebagai ahli astronomi di abad ke 8 Masehi. Belum lagi Abu Ali al-Hasan ibnu al-Haytam dengan teori optika (abad 9 M), Jabir ibnu Hayyan dan Abu Bakar Zakaria ar-Razi sebagai tokoh kimia yang disegani (abad 9 M), Abu Raihan Muhammad al-Baituni sebagai ahli fisika (abad 9 M). 

Ada juga nama Abu al-Hasan Ali Mas’ud sebagai tokoh geografi (abad 10 M) dan Ibnu Rusyd sebagai seorang filsuf ternama dan terkenal di dunia filsafat Barat dengan Averroisme.

Semua ilmuwan besar Islam ini telah mengisi kekosongan pengetahuan dunia lantaran saat itu Eropa saat itu memasuki masa kegelapan.

Einstein dan Steve Hawking dari Dunia Muslim

Sesudah kehancuran Baghdad itu, dunia keilmuan Islam memang sempat terbenam. Tapi di kemudian hari bermunculan kaum cerdik pandai dalam kalangan Muslim. Beberapa windu belakangan, lahir sejumlah ilmuwan baru Islam yang berperan besar dalam dunia pengetauan. Dan mereka mendapat pengakuan dunia. 

Sebut saja nama Nima Arkani-Hamed, anak laki-laki satu-satunya dari keluarga Jafar Arkani-Hamed. Pria yang lahir di Houston, 5 April 1972 ini muncul sebagai pesaing manusia paling jenius di dunia Albert Einstein. Julukan Einstein dari Negara muslim makin melekat setelah Nima duduk di Institute of Advanced Studied, sebuah posisi yang pernah ditempati Albert Einstein.

Kepopuleran Nima di dunia pengetahuan mulai berkibar setelah imigran dari Iran ini melansir Teori Dawai. Lewat makalah bertajuk “Electroweak symmetry breaking from dimensional deconstruction”, Nima menjelaskan bagaimana dunia dapat berjalan seperti yang diungkapkan dalam teori relativitas umum milik Einstein.

Bersama dua mitranya di Berkeley, Savas Dimopoulos dan Gia Dvali, Nima melansir sebuah hipotesis baru bahwa kelemahan gravitasi terjadi karena terdapat 'dimensi tambahan yang besar' yang bisa sebesar satu milimeter.

Nima menguraikan bahwa dimensi bisa sampai tujuh, bukan empat seperti dalam fisika klasik. Dimensi-dimensi sebesar itu bisa lolos dari deteksi karena segala yang kita tahu –kecuali gravitasi— ditetapkan dalam tiga dimensi ruang dan satu dimensi waktu.

Bukan cuma Nima yang tengah jadi sorotan para ilmuwan global. Dunia muslim kini juga telah mampu melahirkan sosok manusia terpintar seperti Steve Hawking. Dialah Cumrun Vafa, pria yang memberikan kecintaan besar pada negeri asalnya, Iran, itu disebut sebagai Steve Hawking dari dunia Muslim. 

Sikap kritis dan kecerdasan Vafa sudah lama bersemayam pada otaknya. Semenjak belia Vafa sudah mulai mempertanyakan hal yang tak pernah dipikirkan anak seusianya. Misalnya, “Mengapa satelit Bumi itu bisa terus mengambang di angkasa, tak pernah jatuh ke tanah yang dia pijak.” 

Kelak, sejumlah pertanyaan yang mengusik semenjak Sekolah Dasar (SD) itu jadi bahan penelitian. Penelitian itulah yang mengantarkannya sebagai fisikawan kelas dunia.

Karena ilmunya, enam tahun silam Vafa mendapat anugerah Dirac Medal. Penghargaan bergengsi kaum fisikawan dari lembaga riset Abdus Salam International Centre for Theoretical Physics (ICTP). Medali tahunan itu didedikasikan untuk menghormati Paul Adrien Maurice Dirac, pencetus teori kuantum mekanik dan kuantum elektrodinamik.

Ganjaran itu diberikan karena Vafa dianggap memberi terobosan penting dalam studi fisika matematis String Theory (teori dawai) dan objek astrofisika Black Hole atau lubang hitam. Bersama kedua rekannya dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, Vafa berhasil menguak beberapa misteri lubang hitam, khususnya entropi Bekenstein-Hawking. Itu semua dilakukan dengan teori dawai dan geometri.

Bukan kaum pria saja, dunia muslim masa kini juga mampu melahirkan ilmuwan wanita di kancah pengetahuan global. Dialah Maryam Mirzakhani, yang berhasil menyabet penghargaan bergengsi bidang matematika, Fields Medal, yang bisa disetarakan dengan Nobel.

Maryam juga mencatat sejarah sebagai perempuan pertama penerima penghargaan tingkat dunia ini. Sejak penghargaan ini diberikan pertama kalinya, 52 ilmuwan dunia hanya berasal dari kalangan Adam. 

Wanita dari dunia muslim ini berhasil mempelajari geometri modulus ruang, sebuah geometri dan aljabar kompleks. Rumus yang ditelurkan perempuan berusia 37 tahun ini, dianggap sebagai terobosan baru dalam ilmu pengetahuan dunia. 

Para imuwan yang ditulis di sini, hanyalah beberapa dari ilmuwan Muslim yang gemilang namanya dalam dunia pengetahuan. Meski gudang pengetahuan Muslim dihancurkan para serdadu Mongol pada 1.257 itu, Islam tidak pernah berhenti mencetak para ilmuwan.


Sabtu, 20 September 2014

Perangkat USB tidak terdeteksi? Atasi dengan cara ampuh ini



Saat mencoba menggunakan alat-alat dengan koneksi USB, seperti flash disk atau modem seringkali perangkat-perangkat tersebut tidak dapat terdeteksi. Sehingga tak jarang mengganggu produktivitas kerja kita. Jika menemukan kasus-kasus seperti itu, ada beberapa langkah yang bisa dicoba untuk membuat perangkat USB berfungsi seperti sedia kala.

Saat Anda gagal mengkoneksikan perangkat USB dengan laptop atau komputer, bisa dipastikan bila ada bagian yang rusak. Tetapi, kemungkinannya pun banyak, kerusakan bisa saja terjadi di software, hardware, atau bahkan komputer sendiri. Namun, langkah pertama yang bisa dilakukan di saat seperti itu adalah mencabutnya dari port USB dan memasukkannya kembali.

Meski kelihatannya sepele, hal ini terbukti sering membuat perangkat dapat bekerja kembali. Apabila cara tersebut tidak berhasil, cabut USB lalu hidupkan ulang komputer Anda, kemudian coba tancapkan sekali lagi USB tersebut. Anda juga bisa mencoba port USB lain di komputer tersebut atau di komputer lain. Sebab, bisa saja port USB yang sedang Anda gunakan memang rusak.

Apabila perangkat USB lain juga tidak bekerja pada komputer Anda, mungkin sudah saatnya untuk menginstal ulang driver dari port USB Anda. Caranya pun cukup mudah, Anda tinggal masuk kolom 'Search' di tombol 'Start' dan mengetik 'restore point' lalu pilih 'Create a restore point'.

Setelah membuat sebuah restore point (jangan melanjutkan jika restore point belum terbentuk) jangan lupa untuk menutup semua aplikasi yang Anda jalankan. Selanjutnya, buka 'Device Manager' dan lihat deretan ikon USB di bagian 'Universal Serial Bus controller'. Uninstal semua daftar di bawahnya lalu restart kembali komputer Anda, bila semua berjalan lancar maka Windows secara otomatis menginstal ulang port USB.


Berbeda halnya dengan kesalahan instal fitur software OS Windows. Dalam beberapa kasus misalnya, pengguna salah menginstal versi driver untuk OS Windows 64-bit dengan 32-bit, sehingga port-port USB tidak bisa bekerja. Untuk menyelesaikan masalah ini, Anda harus mencari driver Windows yang cocok.

Saat kegagalan koneksi terjadi di semua komputer, besar kemungkinan bila perangkat USB Anda yang bermasalah. Jika masalah tersebut berkaitan dengan software, seperti yang terdapat di modem, Anda dapat menginstal ulang driver atau software bawaan perangkat USB tersebut. Jika Anda tidak mempunyai salinan dari software itu, situs-situs resmi perangkat tersebut biasanya memiliki driver untuk OS Windows yang sesuai. Jika cara terakhir tersebut tidak juga membuat Anda terkoneksi dengan perangkat tersebut, besar kemungkinan perangkat USB Anda telah rusak dan harus diganti


Jumat, 19 September 2014

Mitos ular terbelah, asal mula terbentuknya Watu Ulo Jember


Watu Ulo adalah nama salah satu pantai yang ada di wilayah kabupaten Jember. Selama ini Watu Ulo telah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik dari daerah Jember maupun di luar Jember. Selain karena keindahan pantai serta pulau-pulau kecil yang ada di sekitarnya, ada satu ciri khas lagi yang membuat pantai Watu Ulo menjadi sangat istimewa. Hal itu tak lain adalah susunan batu panjang yang menjorok ke pantai dan menyerupai bentuk ular.

Tak diragukan lagi, susunan batu yang memanjang dan menyerupai ular itulah yang membuat pantai ini kemudian dikenal khas dengan sebutan Watu Ulo. Jika Anda pernah berkunjung ke sana, Anda akan melihat sendiri bahwa batu tersebut tak dijuluki 'watu ulo' atau 'batu ular' tanpa sebab. Selain bentuknya yang memanjang menyerupai ular, struktur batu tersebut juga mirip dengan sisik ular.

Keunikan struktur batu tersebut memunculkan banyak legenda serta cerita mengenai asal-usulnya. Salah satunya adalah yang dituturkan langsung oleh Anshori, penjaga Pantai Watu Ulo pada merdeka.com
Konon, dipercaya bahwa wilayah pantai selatan tersebut dihuni oleh Nogo Rojo yang berwujud ular raksasa. Nogo Rojo yang menguasai wilayah pantai ini memakan semua hewan yang ada di dalamnya, hingga masyarakat tidak bisa mendapatkan makanan dari tepat tersebut.

Lantas, tersebutlah dua orang pemuda bernama Raden Said dan Raden Mursodo yang bersaudara. Kedua pemuda tersebut adalah anak angkat dari Nini dan Aki Sambi, pasangan yang sudah berusia cukup tua. Raden Said dalam cerita ini dipercaya sama dengan Raden Said yang nantinya dikenal dengan sebutan Sunan Kalijaga.

Singkat cerita, legenda mengatakan bahwa kedua pemuda tersebut memancing di tempat Nogo Rojo tinggal. Karena semua hewan di sana telah dimakan oleh Sang Ular Raksasa, maka kedua pemuda tersebut tak berhasil mendapatkan ikan satu pun. Hingga akhirnya, kail Raden Mursodo berhasil mengait satu ikan yang disebut ikan mina.

Ikan mina itu ternyata bisa berbicara. Dia meminta agar dilepaskan dan tidak dibunuh untuk dijadikan makanan. Sebagai gantinya, ikan mina tersebut akan memberikan sisik yang bisa berubah menjadi emas untuk Raden Mursodo. Raden Mursodo menyetujuinya dan melepas ikan mina itu kembali ke laut.

Namun tak berapa lama kemudian, ternyata muncullah Nogo Rojo dan langsung memakan ikan mina yang sudah dilepaskan oleh Raden Mursodo. Geram, Raden Mursodo segera melawan Sang Ular Raksasa dan membelah tubuhnya menjadi tiga bagian. Inilah yang menjadi asal-muasal terbentuknya Watu Ulo di pantai Jember.

Saking besarnya, tiga bagian ular raksasa itu terpencar. Bagian badannya berada di Pantai Watu Ulo Jember, bagian kepalanya berada di Grajakan Banyuwangi, dan bagian ekornya berada di Pacitan. Potongan tubuh Nogo Rojo itulah yang kemudian hingga saat ini dipercaya menetap di pantai Watu Ulo dan menjelma menjadi batu-batuan yang menjorok ke laut.

Meski mitos ini belum bisa dibuktikan secara ilmiah, namun ada fakta-fakta unik yang membuat masyarakat percaya dengan mitos tersebut. Salah satunya adalah bahwa panjang batu yang seperti ular tersebut diketahui sangat panjang dan besar.

Panjang Watu Ulo dari pesisir yang menjorok ke laut yang berada di atas pasir dan di bawah air adalah sekitar 500 meter. Namun besar watu ulo yang berada di bawah pasir masih belum diketahui hingga kini. Bahkan diyakini bahwa panjang watu ulo dari pesisir ke daratan bisa menembus sampai ke hutan di sekitar kawasan Watu Ulo dan Teluk Papuma.

Versi lain dari mitos Watu Ulo adalah bahwa batu panjang tersebut merupakan perwujudan naga yang sedang tertidur dan bersemedi. Naga tersebut diutus oleh Ajisaka untuk bersemedi, dan nantinya dipercaya bahwa naga itu akan terbangun dan menjadi manusia. Versi ini ada dalam buku Mitos dalam Tradisi Lisan Indonesia, karya Dr Sukatman M.Pd.

Apapun versinya, mitos dan legenda yang beredar tentang fenomena unik alam seperti Watu Ulo tentunya sangat menarik untuk digali. Legenda semacam ini juga menjadi kekayaan tersendiri bagi kebudayaan dan folklore masyarakat Indonesia. Jika ingin membuktikan semirip apa batu memanjang tersebut dengan tubuh ular, datanglah ke Pantai Watu Ulo di Jember, Jawa Timur!

Kamis, 18 September 2014

Cari inspirasi di Indonesia, pria ini kini hartanya Rp 15,2 T

 
Asyik sekali pengalaman hidup Nicholas Woodman atau Nick Woodman ini. Bermula dari hobi berselancar, dia menciptakan produk yang mengubah nasibnya jadi miliuner. Ya, Nick yang kini berusia 38 tahun berhasil menciptakan produk yang sebelumnya tak ada untuk memenuhi hasrat para peselancar demi merekam aksinya di laut lepas.

Produk kamera dan video perekam GoPro yang diciptakan Nick lantas menuai sukses di pasar. Kamera GoPro laku sebanyak 2,3 juta unit pada 2012. Desember 2012, sebanyak 8,88 persen saham perusahaannya dibeli raksasa manufaktur Taiwan, Foxxcon dengan nilai USD 200 juta. Nilai perusahaannya terangkat kini diperkirakan mencapai USD 2,5 miliar.

Nick adalah pemegang saham mayoritas di perusahaannya dan pada 2014, kekayaannya ditaksir mencapai USD 1,3 miliar atau sekitar Rp 15,2 triliun. Dari perjalanan berselancar di Indonesia, Nick mendulang kekayaan megabesar. Berikut kisah perjalanan Nick Woodman yang sangat inspiratif dirangkum merdeka.com: SELENGKAPNYA >>>

Kamis, 11 September 2014

Tingginya Hanya 13 Meter, Inilah Gunung Berapi Paling Kecil di Dunia

Gunung Berapi Cuexcomate. (microsite.kidnesia.com)

Adalah gunung berapi Cuexcomate, terletak di pinggiran kota Puebla, Mexico. Gunung ini dikenal sebagai gunung berapi terkecil di dunia.

Dengan berat sekitar 40 metrik ton, tinggi 13 meter (43 kaki), dan diameter 23 meter (75 kaki). Nama Cuexcomate berasal dari Nahuatl Cuexcomac yang berarti mangkuk atau tempat untuk menjaga sesuatu.

Gunung berapi Cuexcomate ini terbentuk pada tahun 1664, sebagai kerucut cabang selama letusan gunung berapi yang jauh lebih besar, yaitu gunung berapi Popocatépetl.

Gunung Berapi Popocatépetl.(en.wikipedia.org)

Cuexcomate secara resmi diklasifikasikan sebagai gunung berapi yang "tidak aktif", dianggap sangat tidak mungkin untuk meledak dalam aktivitas baru. Namun, warga setempat cukup prihatin, karena gunung Popocatépetl telah semakin aktif selama beberapa tahun terakhir, yang menyebabkan beberapa evakuasi sementara desa-desa sekitar dasarnya. 

Jika Popocatépetl meletus hebat lagi, mereka percaya bahwa mungkin saluran bawah tanah dapat mengakibatkan gunung Cuexcomate akan aktif kembali. 

sumber:
  mexconnect

Rabu, 10 September 2014

Ladang Pertanian Luas Nan Hijau di Tengah Gurun Padang Pasir


Seolah seperti fatamorgana, namun ini asli nyata, siapa sangka di hamparan tanah gurun berpasir yang panas menyengat terdapat ladang pertanian luas yang tumbuh subur nan hijau dengan hasil yang melimpah.

Ya, itu benar adanya, seperti dilansir Amusingplanet.com yaitu pertanian di Wadi Rum (lembah Rum), Yordania selatan. Wadi Rum merupakan gurun pasir yang luasnya kurang lebih 720 kilometer persegi. Daerah ini sangat kering dan mempunyai curah hujan yang sangat sedikit. Kondisi iklim tersebut membuat tanaman-tanaman vegetasi tidak mampu hidup di sana.

Meskipun demikian, anda bakal terkejut bila melihat ladang pertanian subur terdapat di sana. Di gurun Wadi Rum terdapat proyek pertanian organik yang unik dan telah lama menuai hasil sukses. Proyek tersebut melibatkan orang-orang Badui di sana.

Proyek ladang Pertanian Rum didirikan pada tahun 1986, di tengah-tengah tanah gurun pasir Wadi Rum dengan lahan pertanian seluas 2.000 hektar. Terlihat aneh bukan, bila bercocok tanam di tengah gurun padang pasir yang kering dengan curah hujan minim. Lantas dari manakah mereka mendapatkan air untuk mendukung proyek pertanian itu?

Bercocok tanam di gurun padang pasir memang terlihat aneh, namun hal ini membuatnya menjadi masuk akal. Area gurun padang pasir Wadi Rum sangatlah luas, kering, dan panas, tapi perlu diketahui bahwa di bawah gurun yang luas tersebut terdapat aquifer besar. Aquifer adalah lapisan bawah tanah yang mengandung air dan dapat mengalirkan air. Melalui aquifer inilah air tanah dapat diambil. Bahkan, sebagian besar pasokan air daerah tersebut tergantung pada sumber air ini.
Aquifer. (sumber: tukangbata.blogspot.com)

Pertanian Rum mengkhususkan pada produk nabati, seperti biji-bijian, sayuran, dan makanan ternak, yaitu terong, kubis, buah ara dan delima, kentang, labu, tomat, lainnya. Menggunakan teknik irigasi khusus dan metode pertanian seperti yang digunakan di zaman kuno oleh orang-orang Mesir kuno dan Nabateans.

Air diambil dari akuifer bawah tanah, dari kedalaman 30-400 meter. Kemudian metode irigasi melingkar, dengan menggunakan kran penyiraman memutar. Untuk membantu menghemat air dan mengatasi ekstrimnya suhu padang pasir yang ekstrim dipasang plastik melapisi terowongan disekitar lahan pertanian.

Proyek pertanian ini menuai hasil sangat sukses. Saat ini memproduksi sebagian besar pasokan makanan di Yordania.




sumber: 

Selasa, 09 September 2014

Model-Model Drone Buatan Indonesia




Pesawat Nir-Awak atau Pesawat TerbangTanpa Awak atau disingkat PTTA, atau dalam bahas Inggris disebut UAV (Unmanned Aerial Vehicle) atau sering disebut juga sebagai Drone, adalah sebuah mesin terbang yang berfungsi dengan kendali jarak jauh oleh pilot atau mampu mengendalikan dirinya sendiri. Penggunaan terbesar dari pesawat tanpa awak ini adalah dibidang militer.

Secara teknis, Drone berbeda dengan Rudal walaupun mempunyai kesamaan, tapi tetap dianggap berbeda dengan pesawat tanpa awak, karena Rudal tidak bisa digunakan kembali dan rudal adalah senjata itu sendiri. Sedangkan Drone menggunakan hukum aerodinamika untuk mengangkat dirinya, bisa digunakan kembali dan mampu membawa muatan baik senjata maupun muatan lainnya.

Drone bukan hal asing bagi ilmuwan Indonesia. Lembaga riset di Indonesia seperti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) serta beberapa Universitas riset sudah membuat prototipenya, sudah laik terbang dan sudah pula digunakan.

Selain itu, di Bandung juga ada berderet industri swasta yang bergerak di bidang pengembangan UAV seperti Globalindo Technology Services Indonesia, Uavindo, Aviator, dan Robo Aero Indonesia. Juga ada perusahaan berbasis aeromodelling sebagai pemasok suku cadang UAV seperti Telenetina dan Bandung Modeler.

Ada beberapa Drone buatan putra bangsa yang selama ini tak banyak orang tahu. Seperti apakah drone buatan anak negeri? Apa saja kemampuannya?

Insinyur rekayasa di BPPT Ir. Adrian Zulkifli pernah mengatakan sejak Oktober 2012 lalu, bahwa biaya pembuatan satu pesawat prototipe ini kira-kira Rp 2 miliar. Mesin drone buatan BPPT masih diimpor dari Jerman dan kameranya didatangkan dari Taiwan.

Lima pesawat prototipe dari BPPT ini diuji cobakan di Bandara Halim Perdanakusuma pada Oktober 2012. Pesawat-pesawat drone BPPT ini dinamai PUNA alias Pesawat Udara Nir-Awak.

Pesawat-pesawat ini berfungsi antara lain sebagai pesawat pengintai, pemotretan udara pada area yang sangat luas, pengukuran karakteristik atmosfer, dan pemantauan kebocoran listrik pada kabel listrik tegangan tinggi. Pesawat-pesawat ini juga cocok digunakan untuk daerah perbatasan.

Selain itu, baru-baru ini, TNI AD bekerja sama dengan Universitas Surya yang dikomandani ilmuwan Johanes Surya juga memamerkan prototipe pesawat Drone untuk kebutuhan militer. LAPAN juga memiliki jumlah koleksi model pesawat tanpa awak ini sebanyak tiga unit. Jadi seliruhnya ada 8 buah jenis Drone yang telah dibuat Indonesia. Bahkan Lapan sanggup membuat drone yang per unit hanya Rp 40 juta.

Mari kita lihat model Pesawat Tanpa Awak UAV atau Drone buatan anak bangsa ini:


1. BPPT PUNA Sriti



Pesawat Tanpa Awak atau PUNA (Pesawat Udara Nir-Awak) bernama Sriti ini berwarna putih.
Spesifikasi Pesawat Tanpa Awak PUNA Sriti:

wingspan: 2.988 mm
MTOW (Maximum Take Off Weight): 8,5 kilogram
cruise speed: 30 knot
endurance: 1 jam
range: 5 nautical mile
altitude: 3.000 feet
catapult: 4.500 mm
catapult: bungee chords

Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA), PUNA Sriti besutan BPPT ini adalah wahana udara nir-awak jarak dekat dengan konfigurasi desain flying wing menggunakan catapult (pelontar) sebagai sarana lepas landas atau take off, dan jaring sebagai sarana mendarat atau landing.

Sriti untuk surveillance. Karena bisa take off dengan peluncuran dan landing di jaring maka bisa dipakai untuk melengkapi Angkatan Laut pada peralatan di KRI.

PTTA PUNA Sriti ini bisa melihat ke depan sejauh 60-75 km. Jadi bisa dikatakan sebagai mata KRI. Selain itu, PTTA PUNA Sriti dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengamanan lokal area seperti bandara. PTTA PUNA Sriti Bisa juga dipakai untuk tindakan SAR di gunung-gunung, karena lebih efektif.


2. PUNA Alap-alap



PUNA Alap-alap ini bermotif loreng tentara dengan warna hijau tua dan hijau muda.

Spesifikasi Pesawat Tanpa Awak PUNA Alap-alap:

wingspan: 3.510 mm
MTOW (Maximum Take Off Weight): 18 kilogram
cruise speed: 55 knot (101,86 km/jam)
endurance: 5 jam
range: 140 kilometer
altitude: 7.000 feet
payload: gymbal camera video.

PUNA Alap-alap adalah wahana udara nir-awak jarak menengah dengan konfigurasi desain inverted V-tail dan double boom menggunakan landasan sebagai sarana take off. Alap-alap didesain long race. Hanya untuk kebutuhan surveillance saja.


3. PUNA Gagak



PUNA Gagak ini bermotif loreng dengan warna oranye dan putih.
Spesifikasi Pesawat Tanpa Awak Puna Gagak:

wingspan: 6.916 mm
MTOW (maximum take off weight): 120 kilogram
cruise speed: 52 – 69 knot (96,3 – 127,8 km/jam)
endurance: 4 jam
range: 73 km
altitude: 8.000 feet
payload: gymbal camera video.

PUNA Gagak adalah wahana udara nir-awak jarak jauh dengan konfigurasi desain V-tail, low wing dan low boom, menggunakan landasan sebagai sarana take off dan landing.

Puna Gagak sama dengan PUNA Pelatuk (lihat dibawah) tetapi berbeda misi. PUNA Gagak dapat terbang untuk misi rendah-naik-rendah lagi dan bisa digunakan untuk Angkatan Laut.


4. PUNA Pelatuk



Pesawat Tanpa Awak PUNA Pelatuk ini bermotif loreng dengan warna putih, abu-abu dan krem.
Spesifikasi Pesawat Tanpa Awak PUNA Pelatuk:

wingspan 6.916 mm
MTOW (Maximum Take Off Weight) 120 kilogram
cruise speed 52 – 69 knot (96,3 – 127,8 km/jam)
endurance 4 jam
range 73 km
altitude 8.000 feet
payload=gymbal camera video.

PUNA Pelatuk adalah wahana udara nir-awak jarak jauh dengan konfigurasi desain V-tail inverted high wing dan high boom, menggunakan landasan sebagai take off dan landing. Kemampuan terbang PUNA Pelatuk dapat bermanuver low-high-low, menukik ke bawah, kemudian naik lagi.

5. PUNA Wulung



PUNA Wulung ini bermotif loreng hijau tosca dan abu-abu.

Spesifikasi Pesawat Tanpa Awak PUNA Wulung:

wingspan: 6.360 mm
MTOW (maximum take off weight): 120 kg
cruise speed: 60 knot (111.12 km/jam)
endurance: 4 jam
range: 120 KM
length: 4.320 mm
heigh:t 1.320 mm

PUNA Wulung ini bisa dibilang kelas menengah atau medium. Dapat terbang dengan durasi mencapai waktu 4 jam dengan muatan yang cukup lumayan, hingga bisa dipakai untuk membuat hujan buatan maupun penyebaran benih,” tutur Dahsyat. PUNA Wulung ini, misi terbangnya high-high-high. Maka ke depannya akan dapat dieksplorasi lagi untuk kebutuhan dan kepentingan lain.

6. GTSI PUNA Kujang




PUNA Kujang dibuat oleh PT Globalindo Technology Services Indonesia (GTSI) yang didirikan oleh Endri Rachman, mantan karyawan PT DI yang hijrah ke Malaysia dan menjadi dosen di Universiti Sains Malaysia. Beliau dan bersama sesama mantan karyawan PT DI mendirikan perusahaan PT GTSI.

UAV perdananya adalah Kujang, mampu membawa muatan kamera survaillance 20 kg, lama terbang 2-3 jam dengan kecepatan maksimal sampai 150 km/jam. Ironisnya, peminat pertama UAV Kujang ini adalah Malaysia, bukan pemerintah Indonesia.


7. Uavindo UAV Survaillance SS-5 (SkySpy-5)




UAV SS-5 (SkySpy-5) adalah produk pertama yang dibuat oleh PT Uavindo pada tahun 2003 yang kemudian menjadi UAV lokal pertama yang dioperasikan oleh militer, lengkap dengan Ground Control Station yang ditempatkan pada sebuah truk Perkasa keluaran Texmaco. Sedangkan perusahaan ini sudah mengembangkan UAV sejak 1994 di mana dimulai dengan berkumpulnya para insinyur lulusan Teknik Penerbangan ITB dengan dimotori Dr Djoko Sardjadi.

SS-5 (SkySpy-5) mampu terbang selama 2-3 jam dengan jarak sampai 25 km untuk fungsi survaillance melalui kamera yang dibawanya. Saya tidak tahu apakah TNI masih menggunakan produknya (selanjutnya ada pengembangan ke SS-20), tapi ironisnya Malaysia memesan UAV SM-75 dari perusahaan ini.


8. Aviator UAV SmartEagle II




UAV SmartEagle II dibuat oleh PT Aviator Teknologi Indonesia, yang dibentuk oleh beberapa mantan karyawan PT Uavindo. Produk unggulannya adalah SmartEagle II, yang mampu terbang selama 6 jam dengan jarak maksimum 300 km.

Produk ini bisa diadu dengan Searcher Mk II dari Israel, hanya sayangnya berat muatan maksimum hanya sampai 20 kg, bandingkan dengan beban 100 kg yang mampu dibawa oleh Searcher Mk II. Sekarang PT Aviator menggandeng Irkuts dari Rusia untuk memasarkan produknya secara bersama-sama.


9. ITB HexaRotor



Hexa berarti enam, dan rotor berarti motor, menjadikan nama PTTA HexaRotor yang berarti ‘Enam Motor’ dengan propeller atau baling-baling yang terbuat dari bahan carbon fiber ini dapat take-off atau lepas landas secara vertikal, mirip helikpter.

Pada masa kini PTTA jenis ini kadang disebut sebagai CamDrone (Camera Drone) yang banyak digunakan untuk pemantauan dengan kamera karena dapat terbang stabil bahkan diam, mirip helikopter. Pesawat buatan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini terdiri dari tiga tipe.

• HexaRotor Tipe Kecil, berbentuk persegi dengan ukuran 15 cm x 15 cm, dilengkapi dengan 4 baling-baling kecil.

• HexaRotor Tipe Sedang, berbentuk persegi dengan ukuran 60 cm x 60 cm dan dilengkapi dengan 6 baling-baling kecil.

• HexaRotor Tipe Besar, berbentuk persegi dengan ukuran 1 m x 1 m serta dilengkapi 8 baling-baling kecil.

Tiap tipe HexaRotor diatas, semuanya tetap dapat dilengkapi kamera. Alat yang diproduksi oleh ITB sejak tahun 2010 lalu ini biasanya digunakan sebagai surveyor, istilah untuk pemantauan dan pengamatan. Tak sekedar hanya untuk mengintai, penggunaannya pun lebih luas, misalnya saja dapat digunakan perusahaan real estate jika ingin memantau dari atas.

Untuk sementara PTTA HexaRotor masih diterbangkan dengan menggunakan remote control. Namun suatu saat dapat dikembangkan dengan mengontrolnya lewat Ground Control Station.

Pesawat ini baru mampu terbang maksimal setinggi 170 m, dengan waktu terbang maksimal 20 menit. HexaRotor juga bisa digunakan untuk memantau kemacetan dan kebanjiran di kota. Suatu saat HexaRotor dapat dikendalikan via satelit.

Dibanyak negara maju, drone jenis ini jauh lebih classified dibanding drone biasa karena kemampuannya dapat “terbang melayang lalu diam”. Inilah yang menyebabkan banyak orang mengira bahwa mereka telah melihat UFO.


10. UAV Autopilot SuperDrone



TNI AD menggaet Universitas Surya yang didirikan Prof .Yohanes Surya untuk membuat alat-alat pertahanan, termasuk pesawat nir-awak alias Drone yang diberi nama UAV Autopilot SuperDrone.

Bahan pesawat ini dari fiber, besarnya 6×4 meter. Jam terbangnya 6-8 jam. Diberi tangki cadangan namun bisa digunakan juga untuk benda lain. Dapat terbang malam dan dilengkapi Thermal Camera (kamera pemantau panas). SuperDrone ini menggunakan teknologi Autonomous Return To Base.

Untuk saat ini pesawat nir-awak ini lepas landas dan pendaratannya masih manual namun setelah itu bisa autopilot. Masih dikembangkan agar take of dan landing-nya juga bisa autopilot. Pengerjaan baru mulai November 2014 dengan tim (yang terdiri) 15 orang. Untuk sementara, PTTA ini untuk pesawat latihan.

Kedepannya, teknologi Pesawat Tanpa Awak UAV Autopilot SuperDrone ini akan dikombinasikan dengan teknologi Open Base Transceiver System (BTS) yang penggunaannya dapat untuk memantau perbatasan. Selain itu, segera akan digunakan combine open BTS dgn UAV untuk pengamanan perbatasan.


11. UAV Lapan Surveillance Unmanned (LSU)


Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) sudah sejak beberapa tahu lalu serius menggarap dan mengembangkan pesawat tanpa awak. Lembaga itu sudah membuat PTTA Lapan Surveillance Unmanned (LSU) Aerial Vehicle.

Ada beberapa jenis LSU yang telah dbuat LAPAN:

• Lapan Surveillance UAV-01X (X-periment)

• Lapan Surveillance LSU 02

• Lapan Surveillance LSU 03

Setelah memproduksi pesawat tanpa awak jenis Lapan Surveillance UAV-01X dan Lapan Surveillance LSU 02, Lapan juga mempunyai Lapan Surveillance LSU 03. Ukuran pesawat tanpa awak yang terakhir itu lebih besar dari seri sebelumnya yaitu LSU 02.

LSU 03 bentangannya 5 meter itu hanya bentang sayap, sedangkan badannya 4 meter. Daya jelajah 400 km dengan ketinggian antara 3.000-4.000 meter. Secara total, jumlah koleksi pesawat tanpa awak milik Lapan berjumlah 3 unit.


12. UAV Tamingsari





UAV ini dibuat oleh Endri Rachman

Spesifikasi Pesawat Tanpa Awak UAV Tamingsari:

Cruise Speed : 100 km/h
Cruise Altitude: 1000 m
Endurance: 2 – 3 Hours
Take off weight : 20 kg, payload (camera): 5 kg
Stall Speed : 40 km/h.


13. GTSI PUNA Keris
UAV Keris dibuat oleh PT Globalindo Technology Services Indonesia (GTSI).

14. GTSI PUNA Bumereng
UAV Bumerang dibuat oleh PT Globalindo Technology Services Indonesia (GTSI).


Keberadaan PUNA (Pesawat Udara Nir-Awak) di Indonesia

Sama seperti negara asing lainnya, PUNA bisa difungsikan sebagai alat penjaga perbatasan wilayah, apalagi Indonesia dengan luas wilayah yang besar diselingi beberapa kepulauan. Selama ini Indonesia selalu dipusingkan dengan batas wilayah dan sering berseteru dengan Malaysia.

Fungsi drone sebagai alat pertahanan akan lebih tepat digunakan untuk operasi militer, terutama serangan darat. Secara umum, fungsi drone adalah untuk menyerang, bukan untuk menangkap para pelanggar hukum. Drone akan lebih efektif untuk memantau perbatasan daratan.



Dalam kegiatan pengawasan wilayah, jumlah ideal yang harus dimiliki Indonesia adalah sekitar 15. Namun jumlah tersebut bukan menunjuk ke jumlah unit drone, melainkan jumlah pangkalan PUNA yang harus dibangun. Dalam masing-masing pangkalan itu diisi oleh minimal 3 unit PUNA yang bekerja secara terus menerus selama 24 jam untuk melakukan pengawasan.

Tentunya dengan luas wilayah yang besar seperti Indonesia, mungkin lebih banyak lagi. Idealnya mungkin minimal 15 pangkalan untuk mengawasi wilayah secara komprehensif. 15 pangkalan ini bisa lebih atau kurang tergantung kecanggihan teknologinya. Akan tetapi untuk saat ini, Indonesia membutuhkan minimal 3 pangkalan di setiap daerah. Daerah tersebut, khususnya adalah yang sering terjadi pelanggaran hankam.

Sejatinya, riset pengembangan teknologi drone telah berlangsung di Indonesia sejak tahun 2000. Namun segala aspek yang menyertainya membuat pengembangan drone tidak bisa dilakukan oleh lembaga tertentu saja.



Akhirnya dibentuklah konsorsium yang melibatkan PT Dirgantara Indonesia (DI), Lembaga Elektronik Nasional (LEN), BPPT dan LAPAN. Masing-masing lembaga, berturut-turut memiliki fungsi produksi, penyediaan sistem komunikasi dan elektronik, dan riset pengembangan.

Di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), drone disebut sebagai Lapan LSU atau Lapan Surveillance Unmanned (LSU) Aerial Vehicle. Sama halnya dengan Pesawat Udara Nirawak (PUNA) di BPPT.

Selain untuk memonitoring bencana, pemetaan wilayah, dan pertahanan negara, drone atau PUNA sejatinya bisa memiliki kemampuan untuk menjadi alat perang agar menjadi pelengkap persenjataan TNI.


Rahasia Indonesia Miliki UAV Heron Buatan Israel

Selama ini, Indonesia telah memiliki UAV Heron buatan Israel untuk memantau garis batas untuk menjaga kedaulatan negaranya. Jadi, TNI saat ini memiliki dua jenis UAV/PUNA modern, Wulung dan Heron buatan Israel, hasil kerja konsorsium.



Wulung disebutnya sebagai UAV yang lebih menarik karena adopsinya menandakan lompatan tinggi bagi kemandirian alutsista dalam negeri. Indonesia akan kedatangan 12 PUNA yang akan diletakkan di squadron Lanud Supadio, Pontianak di tahun 2014.

Meski ke-12 PUNA, yang terdiri dari 8 Wulung dan 4 Heron ini, akan mampu menjaga pertahanan wilayah Indonesia namun masih terbatas pada pengawasan wilayah. PUNA tersebut belum bisa dijadikan alat persenjataan pendukung perang.

Tentunya lebih canggih Heron. Kemampuan terbangnya 350km secara terus menerus selama 52 jam dengan kecepatan 207 km/jam. Heron layak menjadi drone pengintai. Sedangkan Wulung memiliki jarak jelajah 200 km yang didukung mobile ground station, hanya dimungkinkan untuk pengamatan data secara realtime.




Jika Wulung merupakan buatan lokal anak bangsa, 4 PUNA Heron bisa dikatakan sebagai buatan Israel Aerospace Institute (IAI).

Oleh karena itu, lanjut Ajie, Indonesia wajib menguasai teknologi UAV. Bila kita dapat menguasai teknologi UAV, bukan hal yang sulit bila nantinya Indonesia ingin mengembangkan UCAV (Unmanned Combat Aerial Vehicle), yang dipersenjatai.


Kendala Pengembangan PUNA

Di Indonesia, dana yang minim dan pesimisme masyarakat Indonesia terhadap produk lokal membuat teknologi UAV tersendat. Pemerintah seolah tak peduli dengan teknologi pesawat tanpa awak ini. Jika UAV saja belum bisa dibuat, jangan pernah berharap untuk merencanakan Unmanned Combat Aerial Vehicle (UCAV).

Sejak 2004, masuk ke program Litbang BPPT. Dana yang dihabiskan kurang lebih 20 miliar. Kalau jumlah drone yang dimiliki TNI, mereka yang lebih tahu. Untuk yang di BPPT, karena drone atau PUNA adalah sebuah sistem maka yang siap terbang ada 4 unit. Hanya 4 itu yang memiliki kelengkapan sistem.

Angka ini sangat jauh jika dibandingkan dengan dana riset drone yang digelontorkan Amerika. Menurut situs Singularityhub.com, dana riset PUNA untuk tahun 2001 hingga 2013 lalu menghabiskan US$26 miliar. Jika dihitung rata-rata per tahun, dana riset tersebut mencapai US$2,1 miliar atau sekitar Rp21 triliun.

PT Robo Aero Indonesia (RAI) didirikan oleh beberapa dosen ITB yang melihat peluang besar bisnis UAV di dalam maupun luar negeri. Mereka sudah membuat prototipe UAV dengan jarak operasional 20 km, 50 km dan 100 km secara otonomi. UAV buatan mahasiswa Teknik Penerbangan ITB sudah mampu unjuk gigi dengan menjuarai kontes UAV di Taiwan dan Korea Selatan. BPPT juga sudah membuat beberapa prototipe UAV yang dalam produksi dan pemasarannya menggandeng PT Aviator dan UKM Djubair OD di Tangerang.

Sedangkan LAPAN, yang membuat Lapan Surveillance Unmanned (LSU) Aerial Vehicle, saat ini telah mengembangkan seri 05 yang berfungsi untuk pemetaan. Lembaga swasta yang melakukan riset ini ada beberapa seperti UAVindo dan Proboaero di Bandung, sedangkan di Jakarta terdapat 5 perusahaan sejenis.



Selain Wulung, BPPT juga memproduksi Sriti. Bahkan dalam kurun 5 tahun ke depan, BPPT akan mengembangkan PUNA yang lebih canggih dari Wulung, diberi nama Medium Altitude Long Endurance (MALE).

Untuk desain pesawat, 100 persen sudah Indonesia sendiri. Tapi untuk sistem komunikasi, sistem kendali mash tergantung dengan komponen dari Eropa maupun Amerika Serikat. Untuk biaya pembuatan memang membutuhkan investasi mahal. Satu buah drone diperkirakan memakan biaya 300 juta.

Sedangkan untuk jasa penyewaan drone, meski murah namun tidak bisa diterapkan untuk kegiatan pengawasan negara. Demikian juga dengan sistem komunikasinya. Meski bisa menggunakan ground station, teknologi satelit dinilai lebih mumpuni.

Kalau sewa biasanya untuk keperluan sipil namun untuk militer biasanya punya sendiri. Sebagai ilustrasi, untuk pengambilan foto kelas UAV yang short range, untuk perkebunan dengan hanya beberapa luas wiliayah, sekitar Rp10 juta sampai Rp30 juta, tergantung dengan perjanjiannya pekerjaannya.



Oleh karena itu, akan lebih menguntungkan jika riset terkait drone terus dilakukan sampai bisa memproduksi banyak PUNA untuk banyak fungsi.

Keuntungannya adalah, selain menciptakan lapangan kerja baru, drone buatan sendiri juga bisa dikostumisasi sesuai kebutuhan, bahkan kerahasiaan negara lebih terjamin.

Secara ekonomi memang tidak terjadi capital flight karena duit mengalir di negeri kita sendiri. Yang paling penting adalah jaminan keamanan rahasia negara.

Beda sekali jika kita menyewa atau membeli dari asing. Selain itu kita juga bisa menekan risiko terhadap nyawa pilot dan operator.

Ketergantungan perangkat asing akan memberikan kekhawatiran tersendiri terkait pengintaian keamanan negara. Artinya, sudah saatnya Indonesia menghentikan ‘kecanduan’ perangkat asing.

Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan teknologi macam drone. Sumber daya sudah mumpuni, tinggal menunggu keseriusan pemerintah dalam hal pendanaan demi pertahanan negara.


Malaysia Pakai Karya Ilmuwan Indonesia Untuk Jaga Perbatasan dengan RI

Banyak karya anak bangsa yang mendunia. Namun ironisnya, kurang dihargai di negeri sendiri. Akibatnya, banyak ilmuwan asal Tanah Air terpaksa hijrah ke luar negeri. Salah satunya, Profesor Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, yang telah ratusan kali melakukan presentasi di berbagai negara dan mengantongi 120 hak paten. (baca: Wow!! 5 Temuan Menyangkut Indonesia di Bidang Sains 2012)

Pesawat terbang tanpa awak (PTTA), radar, dan satelit adalah teknologi yang telah membawa guru besar Universitas Chiba, Jepang itu dikenal dunia Internasional. Josh, begitu pria asal Bandung Jawa Barat ini dipanggil, dipercayakan Universitas Chiba mengelola dan mengepalai laboratorium sendiri bernama Josaphat Microwave Remote Sensing Laboratory (JMRSL).



Di laboratorium itu, ia bersama beberapa rekannya melakukan riset dan rekayasa. Hasilnya, JX-1, PTTA atau UAV (unmanned aerial vehicle) ini menjadi terbesar yang dibuat di Asia. JX-1 rampung dibuat sejak 2012 lalu.

Karya yang ia kembangkan pun mendapat perhatian dari sejumlah negara, seperti Malaysia dan Jepang melalui program transfer teknologi.

Josh menuturkan, sejak tahun 2010 Pemerintah Malaysia telah melakukan kerjasama dengan dirinya melalui Japan Internasional Cooperation Agency-Japan Science and Technology Agency with Official Development Assistance atau JICA-JST ODA, program Pemerintah Jepang.

PTTA atau UAV yang diminati pemerintah Malaysia ini pun telah berjalan dan rencana tahun 2015 telah selesai. Pemerintah Malaysia akan menggunakan PTTA tersebut untuk membantu menjaga tapal batas dengan Indonesia.

“Khusus untuk pemerintah Malaysia, yang dapat digunakan untuk pengamatan perbatasan Indonesia dan Malaysia,” ungkap pria murah senyum ini. Josh juga berharap, Indonesia — negaranya sendiri — pun ke depan berminat mengaplikasikan teknologi yang ia kembangkan.

Selain PTTA, sejumlah kerjasama juga dilakukan bersama pemerintah Malaysia seperti pengembangan penginderaan jauh. Teknologi ini diharapkan bisa membantu pengamatan bencana alam di negeri jiran.

“Kerjasama lainnya adalah bantuan supervisi untuk pengolahan data SAR ini yang dapat mengetahui perubahan permukaan Bumi dengan akurasi milimeter dengan pengamatan dari jarak lebih dari 700 km dengan berbagai aplikasinya misalnya pengamatan tanah longsor, penurunan tanah, dan lain-lain di wilayah Malaysia berikut pengembangan SDM Malaysia,” imbuhnya.

Synthetic Aperture Radar (SAR) adalah suatu bentuk radar yang digunakan untuk membuat gambar dari obyek, seperti landscape. SAR biasanya dipasang di pesawat atau pesawat luang angkasa dan berasal sebagai bentuk lanjutan dari Side Looking Airborne Radar (SLAR). Jarak perangkat SAR dikirimkan melalui Antenna Aperture.




Di teknologi ini Josh juga berhasil menciptakan antena tembus pandang (transparent antenna), antena mikrostrip yang dapat digunakan berkomunikasi dengan satelit dan berbagai jenis antena untuk keperluan mobile satellite communications. Dalam penelitian ini, ia bergabung dengan laboratorium Prof. Ito Koichi.

Selain itu banyak penemuan yang telah ia hasilkan, seperti circularly polarized synthetic aperture untuk PTTA, radar peramal cuaca 3 dimensi dan small satelite. Saat ini Josh bersama rekan dan mahasiswanya di Universitas Chiba mengembangkan JX-2, UAV model baru yang lebih canggih dan lebih ringan.

Ilmuwan-Ilmuwan Indonesia harus “Pulang Kampung”

TNI AD telah meluncurkan 15 alat pertahanan hasil riset dengan Universitas Surya yang didirikan pakar fisika Prof Yohanes Surya. Alat-alat pertahanan itu dari pesawat tanpa awak alias drone hingga motor yang bisa terbang bak ‘Transformers’.

Alat-alat itu pernah dipamerkan di Mabes TNI AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (7/4/2014) lalu. KSAD Jenderal Budiman meluncurkan alat-alat pertahanan ini di depan Pangdam se-Indonesia melalui teleconference.

Riset ini pada akhirnya digunakan untuk kemandirian bangsa dan negara, sebab ada yang langsung berguna sebagai alat pertahanan negara. Kemudian dapat bermanfaat untuk negara dan masyarakat. Dengan hasil dari riset ini, kita bisa menghemat pengeluaran negaera karena tidak perlu membeli alat dari luar.


[IMG]http://indocropcircles.files.wordpress.com/2014/09/pesawat-uav-surya-university-pro****l-online-kotabumi-lampung-utara.jpg?w=603&h=351[/IMG]

Beberapa hasil riset itu antara lain open Open Base Transceiver Station (BTS), radio VHF, battle management system (BMS), peralatan konversi BBM ke BBG, GPS tracking system, Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Autopilot alias Drone, simulasi menembak dengan laser gun, jammer perusak sinyal, alat pengendali senjata jarak jauh hingga Roadble Grycopter yaitu motor yang bisa terbang seperti helikopter bak dalam film Transformer.

Dana dalam riset ini sebesar Rp 31 miliar untuk 15 riset, artinya dana yang digunakan dari APBN hanya kecil. Sedangkan pendiri Universitas Surya, Prof Yohanes Surya, mengatakan riset ini adalah hasil dari riset ilmuwan-ilmuwan Indonesia yang dipanggil pulang kampung.

“Ilmuwan kita bisa bersaing dengan negara lain. Ilmuwan hebat kita di negara lain kita panggil pulang, sehingga kita tidak perlu takut. Kita sudah sejajar dengan negara lain,” tutur pria yang tenar dalam mendidik anak-anak sekolah dalam Olimpiade Fisika Internasional dan banyak di antaranya menjadi pemenang.


Kebutuhan dan keberadaan Drone semakin mendunia


Dalam 10 tahun terakhir, minat militer Amerika untuk perangkat pengintai dan pertahanan telah memicu pengembangan drone.

Northrop Grumman, Boeing, General Atomics dan Lockheed Martin merupakan empat besar manufaktur drone.

Jepang dan Tiongkok pun mulai melirik drone atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) untuk mempertahankan wilayah keduanya yang berbatasan.

Business Insider pernah melaporkan bahwa pasar drone untuk kebutuhan militer akan mencapai US$8,2 triliun pada 2022 nanti.

Dalam laporan tersebut diprediksi bahwa Amerika tidak akan lagi mendominasi sebagai konsumen drone. Tiongkok dan Rusia akan menggantikan posisi Amerika.

Bahkan dari sisi pengembangan, Tiongkok dan Rusia akan memiliki kemampuan untuk menyaingi drone Amerika dalam kurun 10 tahun ke depan.



Kedua negara telah berkomitmen untuk menginvestasikan sekian dana untuk riset dan perkembangan drone, khususnya drone untuk kegiatan militer yang lengkap dengan persenjataan.

Dana riset yang tidak mencukupi membuat pengembangan drone buatan lokal Indonesia mengambang.

Dari beberapa drone yang dimiliki, hampir semua berupa prototipe. Meski ada beberapa yang telah siap terbang namun infrastrukturnya masih harus ditunggu.


Lapan Kembangkan Pesawat Pengamat Wilayah (LSA)

Pada masa kini, Lapan juga sedang mengembangkan jenis pesawat dengan awaknya yang berguna untuk pemantau yang dinamakan Lapan Surveillance Aircraft (LSA).

Jadi, kini Indonesia memiliki Pesawat Pengamat Wilayah (PPW). Lapan bekerja sama dengan Universitas Berlin, Jerman, berhasil mengembangkan pesawat pengamat yakni Lapan Surveillance Aircraft (PK-LSA01). Pesawat ini menjadi bagian pemanfaatan untuk kepentingan memotret wilayah di Indonesia. Selasa (28/1), Kepala Lapan, Bambang S. Tejasukmana meresmikan Pesawat LSA di Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan (BBKFP) Ditjen Perhubungan Udara, Curug, Tangerang.

Program pesawat LSA ini merupakan bagian dari program utama Pusat Teknologi Penerbangan (Pustekbang) Lapan. Selain LSA, Pustekbang juga memiliki program pengembangan pesawat tanpa awak (Lapan Surveillance UAV – LSU) dan program pengembangan pesawat transport nasional (N-219)



Pesawat LSA memiliki beberapa misi yakni akurasi citra satelit, verifikasi dan validasi citra satelit, monitoring produksi pertanian, aerial photogrammetry, pemantauan, pemetaan banjir, deteksi kebakaran, search and rescue (SAR), pemantauan perbatasan dan kehutanan, serta pemetaan tata kota.

Misi pesawat LSA ini dapat memperkuat sistem pemantauan nasional. Indonesia yang berpulau ini sangat memerlukan sistem pemantauan wilayah. Selain menggunakan teknologi satelit, diperlukan pula sistem pemantauan yang lebih impresif dengan menggunakan pesawat terbang. LSA tersebut sekaligus memperkuat penguasaan teknologi terbaru pesawat terbang.

Pesawat LSA ini juga mampu mengakurasikan data dari foto citra satelit dengan resolusi tinggi yang telah digabung dengan satelit-satelit lain, dan mampu konfirmasi ulang langsung di lapangan secara acak. Dengan kemampuan terbang non-stop selama 6-8 jam, jangkauan tempuh 1.300 kilometer, dan dapat membawa muatan hingga 160 kg, LSA ini berpotensi untuk melakukan patroli sistem kelautan di Indonesia.

Lapan menargetkan selama lima tahun ke depan, pesawat ini dapat memiliki fungsi autonomous. Menurut ia, keuntungan sistem autonomous selain dapat bermanuver secara otomatis, kualitas dalam menjalankan misi surveillance dapat lebih presisi, efisien, dan efektif.

Dalam skema prosesnya, awalnya pesawat ini masih dikendalikan oleh pilot untuk lepas landas dan mendarat. Dan setelah mengudara, sistem autonomous ini akan aktif sehingga tidak memerlukan kendali dari pilot. Namun, jika ada hal yang tingkat urgensitasnya tinggi, pilot dapat mengintervensi.



LSA yang terbaru yang dibuat adalah series Lapan Surveillance LSA 05. Tipenya bukan LSU lagi, tapi sudah LSA atau Lapan Surveillance Aircraft 05, yang prototipe-nya sudah disiapkan tinggal uji terbang.

LSA 05 ini lebih canggih dan ukurannya lebih besar dan kapasitas bahan bakar lebih banyak. Nantinya pesawat tanpa awak jenis LSA 05 ini juga dapat digunakan untuk pemadaman kebakaran hutan dan keperluan pemantauan strategis lainnya.

Pesawat ini mampu terbang non-stop selama 6-8 jam dengan jangkauan tempuh hingga mencapai 1.300 km dan tinggi hingga lebih dari 5.000 meter serta mampu membawa beban hingga 160 kg.

Komponen produk PTTA ini tidak sepenuhnya buatan lokal. Namun masih ada yang harus diimpor, seperti mesin dan motor penggerak. Selain motor dan mesin, komponen lainnya murni dibuat di Indonesia. Jadi, porsi komponen lokal PTA yang dibuat Lapan jauh lebih besar dibandingkan komponen im****ya.


Sumber