Sabtu, 09 Juni 2012

Langkah Jalin Komunikasi Efektif



Komunikasi adalah hal yang penting di antara pasangan. Ciptakan suasana yang nyaman untuk saling tukar pendapat dengan "fair".

Adalah hal yang wajar untuk sesekali tidak sependapat dengan pasangan. Entah itu berhubungan dengan tugas rumahan, perhitungan keuangan, atau bahkan pemilihan menu makan malam. Bahkan untuk marah kepada pasangan atas hal-hal tertentu pun diperbolehkan. Asalkan tidak mengucap hal-hal yang membuatnya sakit hati dan mengarah ke perceraian atau putus hubungan. Mengungkapkan kekesalan kan hal yang wajar dan diperbolehkan, karena itu merupakan salah satu bentuk komunikasi. Pastikan cara berkomunikasi Anda tetap berjalan baik agar hubungan Anda senantiasa langgeng.

Menurut Patricia Gibberman, pekerja sosial dari Vancouver, kunci agar hubungan tetap berjalan adalah tetap berkomunikasi dengan cara yang memperdalam cinta dan koneksi. Bagaimana cara Anda berkomunikasi dengan pasangan, terutama saat argumen berkata banyak tentang kekuatan pernikahan Anda.

Dalam studinya, dr John Gottman, ahli hubungan pernikahan menemukan bahwa mereka yang bicara dengan rasa hormat dan cinta memiliki hubungan yang lebih bahagia dan langgeng ketimbang yang cara bicaranya saling menyerang atau saling mencela.

"Pasangan suami istri yang berbahagia berlaku selayaknya sahabat, karena mereka bisa menangani konflik dengan cara lembut dan positif," ujar Gibberman, terapis komunikasi pasangan.

Enam langkah berikut bisa membantu Anda dan pasangan untuk berkomunikasi lebih baik dan lebih erat satu sama lain:

1. Menjadi pendengar aktif
"Kebanyakan pasangan tidak mau mendengar apa kata pasangannya saat ada perseruan, karena mereka sibuk memikirkan bagaimana menyangkal pasangannya," jelas Gibberman. Sebelum mulai beradu pendapat, sepakati untuk bergiliran. Salah satu dari Anda boleh bicara, sementara yang satunya lagi diam dan mendengarkan tanpa menyelak. Setelah masing-masing bicara, tunjukkan bahwa Anda mengerti perasaan si lawan bicara.

2. Komplain tanpa menyalahkan
Gunakan kata panggilan untuk diri sendiri saat Anda meminta ia untuk melakukan sesuatu. Misal, Anda ingin si dia menaruh baju kotornya di keranjang baju kotor, karena selama ini dia selalu menaruh sembarangan. Anda bisa katakan, "Saya suka kesulitan kalau kamu menaruh baju kotor sembarangan. Boleh tolong saya, setiap kali ada baju kotor, tolong taruh di keranjang baju kotor?" Hindari kata-kata menyalahkan dengan penggunaan kata ke dia, seperti, "Kenapa sih, kamu tuh selalu taruh baju kotor sembarangan?"

3. Akui kesalahan Anda
Ambil tanggung jawab atas kontribusi Anda terhadap permasalahan, meski tidak mudah. Contohnya, "Saya seharusnya bicara dengan kamu tentang harga sofa itu sebelum beli. Boleh kita obrolin bagaimana cara kita untuk membayar sofa itu?" Mencoba mengelak, "Saya enggak belanja kemahalan, kok" atau menyerang, "Kamu juga belanja mahal, kok! Lihat tuh televisi layar datar!" hanya akan saling menyakiti dan memicu emosi.

4. Lupakan masa lalu
Saat Anda sedang berada dalam sebuah perseteruan dengan si dia, cobalah untuk berada dalam topik tersebut. Mengungkit topik lama hanya akan membuat si dia kesal, belum lagi akan membuatnya bersifat defensif. Plus, melebar ke topik lain hanya akan mempersulit mencapai resolusi.

5. Time out
"Saat diskusi tidak berlangsung dengan baik, kebanyakan pasangan cenderung tetap bertengkar, yang pada akhirnya akan memperparah keadaan," jelas Gibberman. Lain kali, jika Anda sedang bertengkar, cobalah untuk minta waktu untuk menahan diskusi dan rehat sejenak, entah itu 15 menit atau 5 hari, hingga Anda cukup tenang dan bisa berpikir jernih. Asal dibicarakan lagi, tidak dibiarkan menguap begitu saja.

6. Tunjukkan rasa terima kasih
Setiap hari, carilah kesempatan untuk mengenali dan berterima kasih atas apa yang sudah dilakukan pasangan Anda dengan benar. Hal ini lebih baik ketimbang mencari-cari kesalahannya. Mengatakan hal-hal seperti, "Terima kasih untuk makan malamnya, Sayang. Telur dadar kamu memang yang paling enak," akan membantu menghangatkan suasana dan mempererat hubungan. Hal semacam ini akan makin mempermudah Anda dan dia mengatasi konflik.

Sumber: shoppinglifestyle

0 komentar