Jumat, 06 April 2012

Zikir Cara Jitu Anti-Selingkuh



Suatu hari, seorang teman datang kepada saya. Sambil bergurau dia bertanya, “Bagaimana caranya mengawasi suaminya agar tidak selingkuh?” ''Apa perlu memasang kamera pengawas cctv agar selalu terlihat, atau memasang sistem GPS agar terdeteksi keberadaannya, atau bahkan ikut saja kemanapun dia pergi agar selalu terawasi?''
Hal seperti ini sama dengan masalah pengusaha dengan pekerjanya yang selalu curiga dan merasa waswas akan adanya kecurangan. Dalam sebuah hubungan, seperti suami-istri, pengusaha dengan pekerjanya, atau anak dengan orangtua memang sering muncul rasa khawatir yang berlebihan. Semua itu terjadi karena dasar yang melandasi komitmen kurang kuat. Apalagi jika salah satu pernah berbohong, maka akan muncul rasa ketidakpercayaan.

Jika kita mencoba menjawab pertanyaan tadi, bagaimana caranya mengawasi akanlah sulit. Karena itu kita sering kali meminta “kesadaran” kepada masing-masing atau setiap orang yang terlibat. Namun kesadaran seperti apa yang dapat diharapkan?
Jika seorang pencuri yang sedang berniat mencuri namun dia merasa ada yang mengawasinya, maka dia akan menunggu sampai tidak ada lagi yang melihat atau mengawasinya dan seketika itupun pencuri itu akan langsung beraksi. Namun jika ada satu sistem kontrol atau alat pengawas yang selalu berada di sisinya selama 24 jam, bagaimana dia bisa mencuri? Kamera pengawas cctv jika kabelnya putus atau listriknya mati tidaklah akan berfungsi, begitu juga dengan mandor yang selalu mengawasi jika dia letih maka akan tertidur.

Maka, sistem kontrol atau alat pengawas yang paling efektif adalah zikir. Hakikat zikir bukan hanya zikir lisan, namun lebih pada zikir qalbu, dzikir yang disertai muraqobah dan tafakur. Muraqobah adalah mengingat Allah di dalam hati, karena itu makna zikrullah adalah menghadirkan Allah ke dalam benak. Dan dengan selalu mengingat Allah dalam segala langkah, menghadirkan-NYA selalu dalam benak. Itulah suatu upaya untuk mencegah perbuatan dosa dan maksiat. Perilaku qolbiah akan hadir manakala kita selalu mengingat Allah (zikrullah). “Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya” (QS. Al Ahzab, 33 : 41)

Dengan benteng zikir tidaklah perlu merasa waswas seorang istri terhadap potensi suaminya berselingkuh atau sebaliknya, dan tidaklah khawatir seorang pedagang terhadap kecurangan anak buahnya, dan hal-hal semacamnya. Dengan benteng zikir seorang koruptor akan berhenti korupsi dan seorang pembohong akan berhenti berbohong. Oleh karena itu dalam surah Al-A’la ayat 14-15 Allah SWT berfirman, “Sungguh telah beruntung orang yang mensucikan dirinya dengan mengingat nama Rabb/Tuhannya, lalu ia shalat/berdoa”.

Dengan selalu berdikir dan shalat artinya kita berusaha mensucikan diri serta menjauhkan diri dari hal-hal yang buruk. “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’du, 13 : 28). Dan bila saya, Anda, kita, dia dan mereka melakukannya, Insya Allah kita akan melihat hari esok yang lebih baik lagi.
Aamiin Ya Rabbal Al Amin. Tidaklah lebih baik dari yang berbicara ataupun yang mendengarkan, karena yang lebih baik di sisi ALLAH adalah yang mengamalkannya.

Penulis: Ustaz Erick Yusuf (pemrakarsa Training iHAQi – Integrated Human Quotient)

2 komentar