Kamis, 07 Februari 2013

Ketika Memasarkan Semuanya Lewat Internet

APJII : Jumlah pengguna internet Indonesia (sumber : snydez.com)

penulis sohor, Dan Tapscott, dalam Digital Grown Up (2009), bertutur soal datangnya era konektivitas. Zaman dimana semua sendi kehidupan, dari yang substansial hingga remeh temeh, terakomodir medium teknologi koneksi sosial bernama Internet.

Pertanyaan tentang harga atau merek suku cadang motor jempolan, misalnya, tak lagi ditanyakan kepada tetangga kita yang montir. Tetapi, cukuplah diketikkan kata kunci pada mesin pencari (search engine). Maka, muncullah ribuan aneka jawaban publik.

Situasi ini adalah keniscayaan, manakala jumlah pengguna medium koneksi sosial berbasis teknologi informasi dunia menggelembung. Pada Maret 2008 saja, menurut www.internetworldstats.com, terdapat 1,4 miliar pengguna Internet seantero jagat.

Dari jumlah itu, pengguna di Asia mencapai 530 juta orang, Eropa (382 juta), Amerika Utara (246 juta), Amerika Latin/Karibia (137 juta), Afrika (51 juta), Timur Tengah (42 juta), serta Australia dan Oseania dengan 19 juta pengguna.

Dari data tersebut, sepanjang periode tahun 2000-2008, rata-rata pertumbuhan pengguna Internet dunia mencapai 290%! Khusus Indonesia, pertumbuhan pengguna tak lagi linear, cenderung eksponensial. Berdasarkan data APJII, jika jumlah pengguna tahun 2005 lalu mencapai 12 juta, selanjutnya menjadi 18 juta (2006), 25 juta (2007), dan 32 juta (2008).

Implikasi situasi ini, salah satunya, membuat referensi banyak hal bertumpu ke layar komputer dan derivatifnya. Terlebih di kawasan dengan penetrasi tinggi seperti Amerika Utara dan Eropa, pengaruh Internet telah unggul telak atas media massa konvensional.

Bahkan, jika mengacu publikasi TNS Media Intellegence per Desember 2008, di kawasan yang penetrasinya belum optimal, seperti Asia Pasifik pun, sudah terjadi gejala serupa yakni meningkatnya reputasi Internet sebagai rujukan di masyarakat. Di Australia, laman berita online memperoleh persentase kepercayaan publik 36% sementara berita televisi 33%.

Di Jepang, konten agregator di Wikipedia memperoleh kepercayaan 30%, atau di atas majalah sektoral 21%. Melihat hipotesis Tappscot yang dipadu pelbagai angka statistik tersebut, maka tidak berlebihan adanya jika pemasaran bisnis saat ini perlahan menuju era digitalisasi. Atau lebih spesifik, menjurus implementasi online marketing.

Secara garis besar, pola pemasaran Internet yang utama di dunia saat ini adalah search engine marketing (SEM). SEM berangkat dari pemikiran bahwa mesin pencarian, khususnya Google, sudah jadi magnet luar biasa. Terbukti dengan hits bulanan mencapai 6,7 miliar!

Atas pemikiran ini, demi kemudahan pencarian dalam Google, perlu direncanakan dengan matang pembuatan situs yang memenuhi kriteria utama yakni bisa menemukan sekaligus mudah ditemukan calon pelanggan serta sesuai dengan target geografik.

Lebih rinci, laman tersebut juga harus lahir dari hasil analisa atas layanan serupa milik kompetitor, kajian atas media serupa pada media konvensional, visi situs di mata konsumen, serta berangkat dari kolaborasi ide karyawan-pelanggan.

Domain yang menarik a.l. tidak ada angka di dalamnya, tidak ada hyphen (-), ringkas, mudah diingat, serta identitasnya sangat kuat mencirikan konten yang akan diberikan. Lakukan pula sejumlah cara terkait aplikasi berbayar atau gratis.


www.wordtracker.com (sumber : wordpress.com)

Dengan perangkat ini, misalnya www.overture.com (gratis), www.wordtracker.com (berbayar), www.keyworddicsovery.com (berbayar), maka pemilik bisa memfasilitasi kata kunci dari situs perusahaannya kepada mesin pencari.

Ini sesuai hipotesa Digital Grown Up yang menyebut bahwa rekomendasi modern umumnya mengacu Internet, sehingga pemasaran berbasis viral marketing pada situs jejaring sosial adalah tuntutan lainnya bagi marketer era sekarang.

Jika strategi SEM dilakukan secara konsisten, kisah sukses yang diperoleh di Amerika Serikat dengan tingkat preferensi belanja online 68% dibandingkan belanja ke toko fisik 26% pada 2008 lalu, mungkin bisa terealisir cepat. Selamat mencoba online marketing!! 

0 komentar